Awal Munculnya Kebudayaan Hindu Budha

By | November 21, 2013

Awal Munculnya Kebudayaan Hindu Budha – Sistem perkembangan serta perubahan agama Hindu di India terkait dengan system keyakinan bangsa Arya (bangsa Indo-Eropa), yang masuk ke India pada kira-kira 1500 SM. Dalam usaha meningkatkan eksistensi mereka di tanah baru India, bangsa pendatang ini meningkatkan system kemasyarakatan serta system keyakinan yang sama sesuai dengan kebiasaan yang dimilikinya. System keyakinan yang di kembangkan berbentuk penyembahan pada banyak dewa (poleitheisme) yang di pimpin oleh kelompok khusus yang mempunyai ketrampilan dalam upacara-upacara ritual.

a. Brahmanisme serta Lahirnya Agama Hindu

Kelompok tersebut yaitu pendeta atau Brahmana yang disebut monopoli bangsa Arya dalam lakukan upacara-upacara ritual. Bangsa Arya meyakini bahwasanya upacara yang benar dibutuhkan supaya beberapa dewa itu tak murka dan memberkahi beberapa pengikutnya. Kepercayaan bangsa Arya pada kepemimpinan kelompok Brahmana dalam lakukan upacara ini melahirkan keyakinan pada Brahmanisme. Brahmanisme di anggap sbg cikal akan lahirnya agama Hindu.

b. Kitab Suci Rigweda

Setelah itu, kelompok ini dapat menulis ajaran mereka dalam kitab-kitab suci sebagai standard dalam lakukan upacara keagamaan. Namun demikian, makin lama kitab-kitab itu tidak cuma diisi tentang tatacara upacara tetapi juga mencatat tentang semuanya yang menyangkut hidup orang Arya. Kitab utama yang jadikan standard pengikut Brahmanisme serta selanjutnya Hinduisme yaitu Rigweda.

c. System Kasta

System kemasyarakatan yang di kembangkan bangsa Arya yaitu system kasta. System ini mengatur pertalian sosial bangsa Arya dengan bangsa-bangsa yang ditaklukkannya seperti bangsa Dravida (Drawida). Dalam kasta ini, penduduk dibedakan menurut fungsinya di masyarakat. Kasta Brahmana (pendeta) menempati status yang paling tinggi, disusul oleh kasta bangsawan (Ksatria), petani serta pedagang (Waisya), dan buruh atau sudra. System keyakinan serta kasta jadi dasar untuk terbentuknya keyakinan pada Hinduisme.

d. Dewa-Dewa Agama Hindu

Dalam perubahan setelah itu, bangsa Arya serta bangsa-bangsa India yang ditaklukkannya yakin pada banyak dewa yang tiap-tiap mempunyai fungsi dalam kehidupan manusia. Diantara banyak dewa terdapat tiga dewa utama yang dimaksud Trimurti yakni Brahmana atau dewa pencipta (ajaran ini adalah perubahan dari Brahmanisme), Wisnu atau dewa pelindung, serta Siwa atau dewa pencipta serta pelebur atau penghancur. Beberapa pengikutnya yakin bahwasanya dewa-dewa itu kerap bersemayam di tempat-tempat khusus yang lalu dijadikannya untuk pusat persembahan.

e. Area Ziarah

Oleh karenanya, umat Hindu kerap berziarah ke tempat-tempat suci yang dikeramatkan, area bersemayamnya beberapa dewa. Diantara area yang populer yaitu kota Benares area bersemayamnya Dewa Siwa. Beberapa pengikut Hindu juga yakin pada kesucian air Sungai Gangga yang dapat meleburkan dosa orang yang sudah memakainya. Abu orang wafat yang sudah dibakar mesti dibuang ke sungai Gangga supaya cepat hingga ke surga.

Bisa diSimpulkan bahwasanya system keyakinan serta system kasta jadi dasar berkembangnya agama Hindu. Dalam perubahannya, agama ini diyakini oleh jutaan orang India tidak cuma oleh bangsa Arya tetapi juga suku-suku bangsa India yang lain. Agama yang tidak cuma berhubungan dengan segi ritual tetapi dengan segi kemasyarakatan jadi dasar untuk berkembangnya kebudayaan Hindu. Dalam histori, kebudayaan India sama dengan kebudayaan Hindu.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih