Bahaya Makanan Berkemasan Stirofom

By | November 24, 2013

Bahaya Makanan Berkemasan Stirofom – Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene sudah jadi satu diantara pilihan yang paling popular dalam usaha pangan. Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwasanya styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang di buat dari kopolimer styrene ini jadi pilihan usaha pangan lantaran dapat menghindar kebocoran serta terus menjaga memiliki bentuk waktu dipegang. Diluar itu, bahan itu juga dapat menjaga panas serta dingin namun terus nyaman dipegang, menjaga kesegaran serta keutuhan bahan yang dikemas, cost murah, lebih aman, dan mudah.

Prof. Dr. FG. Winarno menyampaikan, residu bahan pengemas baik dalam wujud monomer, dimer, ataupun trimer yang kerap dicurigai memiliki potensi bahaya pada kesehatan manusia, terlebih dikira untuk karsinogenik, menurut hasil riset belakangan ini makin dipercaya bahwasanya memanglah punya potensi demikian.

Dalam kaitan itu, Guru Besar Tehnologi Pangan IPB (Institut Pertanian Bogor) yang bekas President Codex Alimentarius Commission serta saat ini jadi Advisory Board World Food Regulation Review itu mengutip hasil riset ilmiah terkini tentang bahayanya dimer serta timer styrofoam yang dilaporkan World Food Regulation Review. Untuk pertama kalinya Hiroshi Hattori (wakil dari Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkap bahaya residu styrofoam dalam makanan dengan cara ilmiah bahwasanya styren dimer serta styren trimer dapat dibuktikan bisa mengakibatkan Endocrine Disruption.

 “Endocrine Disruption Chemical (EDC) adalah penyakit yang berlangsung disebabkan ada masalah pada system endokrinologi serta reproduksi pada manusia, yang dikarenakan oleh bahan kimia yang berbentuk karsinogen dalam makanan, ” ungkap Winarno dalam acara MBRIO Coffee Morning.

Winarno mengutip data Japan Convinience Food Association, menyampaikan bahwasanya Jepang menghasilkan 2.965 milyar mi instan dalam mangkok styrofoam pada th. 1999—lebih tinggi 6,8 % dari th. 1998. “Dari jumlah itu, sekitar 86 juta mangkok diekspor ke mancanegara. Sedang di Indonesia, pemakaian styrofoam meluas ke beragam pemakaian dalam penyajian pangan, baik panas ataupun dingin, ” tuturnya.

Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang telah menegaskan, residu styrofoam dalam makanan benar-benar beresiko. Residu itu bisa mengakibatkan endocrine disrupter (EDC), yakni satu penyakit yang berlangsung disebabkan ada masalah pada system endokrinologi serta reproduksi manusia disebabkan bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Juga, sebagian instansi dunia seperti World Health Organization’s International Agency for Research on Cancer serta EPA (Enviromental Protection Agency) sudah nyata-nyata mengkategorikan styrofoam untuk bahan carsinogen.

Arti Styrofoam sendiri adalah merk dagang pabrik Dow Chemicals dari foamed polystyrene atau expandable polystyrene (EPS). Sayangnya tetap sedikit orang yang memahami perihal bahaya Styrofoam apabila jadikan pembungkus makanan. Dioctyl phthalate (DOP), yang menaruh zat Benzena. Nah yang jadi persoalan malah pada Benzena itu.

Bahaya Benzena

Benzena yang bukan hanya bensin itu yaitu zat yang berpeluang menjalar ke bahan makanan yang disimpan didalam kotak styrofoam. Benzena berpeluang masuk usus manusia bersamaan dengan makanan yang ditelan. Bila Benzena telah masuk perut, dia tidak gampang mengurai seperti seperti makanan lain. Dia bakal terus bersemayam didalam perut kita.

Serta apesnya, si Benzena juga tidak dapat dikeluarkan dari badan melalui buang air kecil atau air besar. Juga tak dapat dimuntahkan melalui mulut. Pasti terbayang apa yang bakal berlangsung selanjutnya, kan? Ya, makin lama Benzena itu selalu menesur jadi tumpukan didalam badan, lalu bertemu dengan lemak serta jadi satu.

Dalam situasi seperti itu, Benzena di kenal reputasinya untuk bahan yang bisa menyebabkan munculnya kanker pada badan manusia. Wah, serem juga ya. Telah sedemikian bahaya si Styrofoam itu, namun nyatanya daftar bahayanya tetap belum habis.

Beberapa pakar mempelajari serta temukan fakta bahwasanya Benzena didalam badan manusia masuk ke beberapa sel darah serta lama-lama mengakibatkan kerusakan sumsum tulang belakang. Mengakibatkan produksi sel darah merah menyusut serta timbullah penyakit anemia.

Bahaya Benzena yang lain yaitu dapat menyebabkan persoalan pada kelenjar tyroid yang mengganggu system syaraf, hingga dapat mengakibatkan kelelahan, mempercepat detak jantung, susah tidur, tubuh gemetaran, serta gampang gelisah.

Juga si Benzena ini kerapkali bikin seorang kehilang kesadaran sampai hingga pada kematian. Benzena juga mengakibatkan menyusutnya kekebalan manusia, hingga gejalanya seorang gampang sekali terkena infeksi. Cukup? Nyatanya belum.

Beberapa pakar juga temukan bahwasanya pada type kelamin wanita, Benzena menyebabkan jelek pada siklus menstruasi serta mengancam kehamilan. Serta yang paling beresiko, zat ini dapat mengakibatkan kanker payudara serta kanker prostat. Apabila terkena suhu tinggi, pigmen styrofoam bakal bermigrasi ke makanan.

Apabila makanan yang baru digoreng diletakkan di kantong plastik, suhu minyak yang tinggi bakal membuahkan kolesterol atau lemak jemu yang tinggi juga yang gampang larut dengan styrene, bahan dasar styrofoam.

Styren berbentuk larut lemak serta alkohol. Oleh karena itu, styrofoam bukan hanya area yang baik untuk susu berlemak tinggi. Ia juga bukan hanya area yang baik untuk kopi yang digabung cream. Walau sebenarnya, saat ini banyak restoran cepat saji yang menyuguhkan kopi panas dalam wadah ini.

BPOM RI

Bila Styrofoam sedemikian beresiko buat kesehatan, lalu kenapa kita tetap saja mendapatinya untuk dijadikan pembungkus makanan? Satu diantara argumennya barangkali lantaran ada factor dari Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) RI, yang menyebutkan pendapat agak berlainan.

Badan ini mengatakan dalam siaran persnya bahwasanya selama ini tak ada satu negarapun didunia yang melarang pemakaian styrofoam atas dasar pertimbangan kesehatan. Kebijakan larangan di beberapa negara terkait dengan persoalan pencemaran lingkungan.

Menurut JECFA-FAO/WHO monomer stiren tak menyebabkan masalah kesehatan bila residunya tak melebihi 5000 ppm. Pada waktu ini Badan POM RI sudah lakukan sampling serta pengujian pada 17 type paket makanan styrofoam.

Hasil pengujian tunjukkan bahwasanya seluruh paket itu penuhi syarat. Tetapi demikianlah, tetap saja BPOM RI menghimbau supaya penduduk waspada dalam memakai bahan Styrofoam untuk paket pembungkus makanan.

Umpamanya, Badan ini menghimbau supaya janganlah memakai paket styrofoam dalam microwave. Juga supaya janganlah memakai paket styrofoam yang rusak atau beralih wujud untuk mewadahi makanan berminyak/berlemak terlebih dalam situasi panas.

Di Amerika Tak Dipakai

Sebagian info mengatakan bahwasanya di Amerika sendiri dari th. 1990, seluruh negara bagiannya telah melarang penggunaan paket makanan dari styrofoam ini. Beragam restoran seperti Wendy””s, Burger King dan sebagainya juga mulai berhenti menggunakan styrofoam ini.

Nah, bagaimana dengan Anda? Menghindar Lebih Baik dari pada Menyembuhkan. Yuk, ingat sehat serta pandai-pandai menentukan kemasan makanan yang bakal kita konsumsi.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih