Cara Membuat Rangkaian Klakson Mobil Elektronik

By | September 8, 2013

Cara Membuat Rangkaian Klakson Mobil Elektronik – Menurut wikipedia.org, klakson yaitu trompet elektromekanik berbentuk suatu alat yang bikin pendengarnya waspada. Umumnya klakson dipakai pada kereta, mobil serta kapal untuk mengkomunikasikan suatu hal, di mana umumnya pada negara maju, dipakai untuk memberi peringatan kepada pengendara yang kurang teratur atau bila pengendara lain diprediksi dapat mengakibatkan kecelakaan. Namun di negara berkembang layaknya halnya indonesia, klakson dipakai untuk memberitahu pendengarnya bahwa ada kendaraan yang datang, mengingatkan dapat kemungkinan bahaya yang berlangsung, pingin mendahului, atau menyebutkan perasaan emosional.

Klakson elektrik ditemukan oleh miller reese hutchison yang disebut kerabat thomas edison. Klakson diaplikasikan pada mobil mulai th. 1908. Awal mula klakson ini diterapkan pada mobil pribadi yang arus listriknya datang dari baterai sel kering berkekuatan 6 volt, serta pada th. 1911 arus listrik buat membunyikan klakson memakai baterai yang dapat diisi lagi. Oya, asal kata klakson ini datang dari bhs yunani kuno yakni klazo yang berarti menjerit. Di beberapa besar negara, didalam bhs keseharian mereka menyebutnya car horn. Di rumania serta belgia mereka menyebutnya dengan istilah claxon, lantas di perancis mereka menyebut klakson dengan sebutan klaxon. Dibawah ini corelita.com sharing gambar skema rangkaian klakson mobil elektronik sebagai panduan anda bila pingin coba membuatnya sendiri.

Tampilan gambar skema rangkaian klakson mobil elektronik

1 komponen  Lm556 osilator ganda / timer, U1, disetting sebagai pengemudi osilator 2 suara U2, penguat ganda 4-watt. Di antara osilator, pin 1 hingga 6, yang terdapat didalam u1 membuahkan sinyal frekuensi atas lebih kurang 200 Hz, namun osilator ke-2, pin 8 hingga 13, berikan sinyal frekuensi yang lebih rendah dari lebih kurang 140 Hz. Menambah atau kurangi frekuensi pada rangkaian klakson mobil elektronik tersebut dengan langkah merubah nilai pada C2 serta C3. Output U1, pin 9 serta 5, yang tersambung ke potensiometer terpisah untuk berikan kontrol atas volume serta keseimbangan. Tiap-tiap 1/2 dari U2 membuahkan 4w audio yang diantar ke dua pengeras nada 8 ohm melewati kapasitor C7 serta C8.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih