Cara Membuat Skema rangkaian Charger Baterai (AAA, AA, PP3)

By | May 17, 2014

Cara Membuat Skema rangkaian Charger Baterai (AAA, AA, PP3) – Skema rangkaian charger baterai pada gambar di bawah bisa dipakai untuk lakukan pengisian (charge) baterai jenis AAA, AA & PP3. Skema rangkaian charger baterai tersebut cukup sederhana, gampang untuk di buat dngn komponen yg banyak dipasaran. Skema rangkaian charger baterai tersebut memakai regulator tegangan/voltage variabel LM317 sbg pengontrol arus pengisian baterai.

Skema rangkaian charger baterai tersebut bisa dipakai untuk melakukan pengisian baterai type NICD & NIMH. Cara pengisian baterai dngn skema rangkaian charger di bawah yaitu dngn mode pengikut arus yg dikontrol memakai regulator LM317. Skema rangkaian komplit charger baterai AAA, AA & PP3 type NICD ataupun NIMH bisa dilihat secara detail di gambar skema rangkaian dibawah ini.

Skema rangkaian Charger Baterai (AAA, AA, PP3)

Skema rangkaian charger baterai yang ditunjukan pada gambar di atas terdiri dari bagian-bagian yg dipisahkan untuk ukuran baterai yg bebeda, hal tersebut lantaran setiap baterai mempunyai arus pengisian yg tidak sama untuk setiap kapasitasnya. Pengisian baterai di ukuran baterai berbeda dikerjakan dngn arus charge baterai yg berbeda pula. Pembatas arus pengisian baterai di skema rangkaian charger baterai yang ditunjukan pada gambar di atas memakai resistor sbg berikut :

  • baterai AA resistor/hambatan dengan ukuran pembatas arusnya 12 Ohm
  • baterai AAA resistor/hambatan dengan ukuran pembatas arusnya 22 Ohm
  • baterai PP3 resistor/hambatan dengan ukuran pembatas arusnya 270 Ohm

Setiap bagian charger untuk setiap ukuran baterai yg berbeda dicharge dngn arus pengisian yg berbeda & pada kontrol masing-masing setiap ukuran itu dngn skema rangkaian transistor dengan tipe BC547 dngn arus maksimum sesuai resistor pembatas arus yang ditunjukan pada gambar di atas. Skema rangkaian charger baterai yang ditunjukan pada gambar di atas bisa diberikan sumber tegangan/voltage +9 volt DC sampai +25 volt DC yg bisa di ambil dari power supply maupun accumulator.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih