Cara Membuat Skema rangkaian Driver Motor DC H-Bridge Transistor

By | December 17, 2013

Cara Membuat Skema rangkaian Driver Motor DC H-Bridge Transistor – Skema rangkaian kendali motor DC bisa di buat dengan cara direct ataupun h-bridge. Skema rangkaian driver motor DC pada gambar di bawah yaitu driver motor DC H-Bridge dngn transistor. Driver motor DC H-Bridge yaitu system kontrol motor DC dngn cara jembatan (bridge). Skema rangkaian driver pada gambar di bawah memakai transistor sbg saklar elektronik dngn 2 jalur input.

Skema rangkaian driver motor DC H-Bridge tersebut bisa mengatur motor DC dlm 2 arah baik dengan cara PWM ataupun kontrol dngn logika HIGH & LOW. Dngn cara PWM anda bisa mengatur kecepatan putaran motor DC sedang dngn cara logika kontrol HIGH & LOW maka motor senantiasa start dlm kecepatan optimal. Skema rangkaian driver motor DC H-Bridge bisa di lihat di gambar dibawah ini.

Skema rangkaian Driver Motor DC H-Bridge Transistor

Skema rangkaian driver motor DC H-Bridge di atas sedikit berlainan dngn driver motor DC H-Bridge yg lain. Perbedaan itu terdapat pad bias basis transistor ke-2 yg diberikan bias basis lewat kolektor transistor saklar perdana. Tujuannya yaitu, transistor dengan tipe TIP102 memperoleh bias basis dari transistor dengan tipe TIP107 lewat resistor/hambatan dengan ukuran R 470 Ohm. Sistem driver motor DC memakai skema rangkaian dirver motor DC H-bridge di atas diawali di waktu input forward maupun reverse diberikan logika HIGH & LOW.

Jika hendak menggerakan motor DC dengan cara forward maka jalur input forward di beri logika HIGH & jalur iput reverse di beri logika LOW hingga TR1 memperoleh bias basis dari transistor dengan tipe BC337 hingga TR1 ON & TR4 memperoleh bias dari TR1 hingga ON pula, dngn keadaan tersebut sumber tegangan/voltage untuk motor DC mengalir lewat TR1 lalu ke motor DC terus ke ground lewat TR4.

Lalu untuk menggerakan motor DC dengan cara reverse maka jalur input forward di beri logika LOW & jalur input reverse di beri input HIGH hingga transistor yg ON yaitu TR3 & TR4 hingga motor DC memperoleh sumber tegangan/voltage dari TR3 lalu mengalir ke motor DC teru ke ground lewat TR2. Agar bisa mengatur kecepatan motor DC maka logika HIGH di jalur input maupun reverse diganti dngn pulsa PWM yg bisa diatur nilai duty cycle-nya. Dngn input HIGH berbentuk pulsa PWM maka skema rangkaian driver motor DC H-Bridge dngn transistor di atas bisa mengatur kecepatan motor DC.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih