Cara Membuat Skema rangkaian Lampu Berjalan Dengan Transistor

By | December 19, 2013

Cara Membuat Skema rangkaian Lampu Berjalan Dengan Transistor – Skema rangkaian lampu jalan yaitu skema rangkaian elektronik sederhana yg berperan untuk mengontrol hidup lampu membuat penampilan berjalan. Skema rangkaian lampu berjalan dngn transistor tersebut bisa dipakai untuk mengatur nyalakan lampu LED ataupun lampu bohlam DC. Skema rangkaian lampu jalan tersebut bisa dioperasikan dngn sumber tegangan/voltage DC 12 volt sampai 24 volt sesuai beban yg dipakai. Untuk membuat rangkain lampu jalan dngn transistor tersebut bisa disimak skema rangkaian skema rangkaian & komponen yg dipakai seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar Skema rangkaian Lampu Berjalan Dengan Transistor

Daftar Komponen Skema rangkaian Lampu Berjalan Dngn Transistor

Resistor 1 memiliki tipe atau berukuran 1K5

Resistor 2 memiliki tipe atau berukuran 680R

Capasitor 1 memiliki tipe atau berukuran 47µF 25V

Dioda 1 memiliki tipe atau berukuran LED

Q1 memiliki tipe atau berukuran BC337

P1 memiliki tipe atau berukuran SPST

LP1 memiliki tipe atau berukuran Lampu 12 maupun 24V

Skema rangkaian lampu berjalan dngn transistor pada gambar di atas bisa ditambah sampai jumlah lampu yg di inginkan, skema rangkaian lampu berjalan dngn transistor pada gambar di atas sederhana, gampang diterapkan & gampang dlm modifikasinya. Periode hidup lampu di skema rangkaian lampu jalan dngn transistor di atas ditentukan oleh waktu pengisian & pengosongan Capasitor 1. Kecepatan pengisian & pengosongan Capasitor 1 di skema rangkaian lampu berjalan di atas bakal makin cepat jika nilai kapasitor/kondensator makin kecil, & bakal makin lambat jika nilai kapasitansi kapasitor/kondensator Capasitor 1 makin besar.

Untuk pemakaian beban berbentuk lampu DC maka butuh diperhitungkan daya lampu yg dipakai dngn kemampuan transistor dlm mengalirkan arus di kolektor emitor transistor yg dipakai. Jika dipakai beban lapu daya besar maka transistor yg dipakai pun mesti disesuaikan lalu dipasang pendingin (heatsink) lantaran transistor itu bakal keluarkan panas.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih