Cara Membuat Skema rangkaian Lampu Flasher Elektronik

By | April 29, 2014

Cara Membuat Skema rangkaian Lampu Flasher Elektronik – Skema rangkaian lampu flasher elektronik tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat lampu variasi maupun lampu hias. Pada gambar di bawah lampu yg dipasang di skema rangkaian bisa berbentuk LED ataupun lampu DC. Skema rangkaian flasher tersebut berperan untuk membuat hidup lampu berkedip dngn periode hidup & padamnya lampu flasher yg bisa ditentukan. Skema rangkaian lampu flasher kerap dipakai sbg pengganti flasher mekanik di lampu sein sepeda motor maupun mobil. Keunggulan pengunaan flasher elektronik seperti pada gambar di bawah yaitu tdk ada bunyi relay & tdk menyebabkan noise EMF di system audio. Skema rangkaian lampu flasher elektronik tersebut bisa di buat dngn sedikit komponen seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar Skema rangkaian lampu Flasher Elektronik

Daftar Komponen Lampu Flasher Elektronik

Resistor 1 memiliki tipe atau berukuran 6K8

Resistor 2 memiliki tipe atau berukuran 270K

Resistor 3 memiliki tipe atau berukuran 22K

Capasitor 1 memiliki tipe atau berukuran 220µF 25V

Capasitor 2 memiliki tipe atau berukuran 10µF 25V

Dioda 1 memiliki tipe atau berukuran 1N4002

Q1 memiliki tipe atau berukuran BC557

Q2 memiliki tipe atau berukuran BD139

LP1 memiliki tipe atau berukuran 3-24V 10W

SW1 memiliki tipe atau berukuran On-Off switch

B1 memiliki tipe atau berukuran 3-24V

Skema rangkaian lampu flasher elektronik pada gambar di atas bisa dipakai untuk mengatur hidup lampu dngn tegangan/voltage kerja dari 3 volt DC sampai 24 volt DC. Skema rangkaian lampu flasher tersebut bisa diaplikasikan sbg lampu variasi maupun pengganti flasher mekanik di kendaraan bermotor ataupun mobil. Skema rangkaian lampu flasher elektornik pada gambar di atas di bangun dngn 2 transistor dengan tipe NPN & PNP.

Waktu hidup & padamnya lampu di skema rangkaian flasher elektronik di atas ditetapkan oleh saat pengisian & pengosongan Capasitor 2. Saat pengisian & pengosongan Capasitor 2 tergantung oleh nilai Capasitor 2 itu & arus pengisian yg dibatasi olehResistor 2 & Resistor 3. Makin besar nilai Capasitor 2 & nilai resistansi Resistor 2 & Resistor 3 maka makin lama saat pengisian Capasitor 2 hingga periode hidup & padamnya lampu jadi makin lama. Untuk menambah daya beban transistor Q2 bisa diganti dngn kekuatan daya yg semakin besar. Jenis transistor Q2 baiknya ditetapkan menurut beban (lampu) yg bakal dikendalikan oleh skema rangkaian lampu flasher itu.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih