Cara Membuat Skema rangkaian Pengontrol Suhu Penetas Telor

By | February 19, 2014

Cara Membuat Skema rangkaian Pengontrol Suhu Penetas Telor – Skema rangkaian pengontrol suhu mesin penetas telor dibutuhkan untuk melindungi suhu area mesin penetas telor supaya stabil di suhu khusus. Pengontrol suhu mesin penetas telor tersebut memakai sensor temperature berbentuk thermistor untuk mendeteksi temperature area penetas telor.

Pada prinsipnya pengontrol suhu tersebut bekerja dngn langkah memantau suhu/temperaturee area penetas telor memakai thermistor lalu memperbandingkan dngn setting temperature, jika suhu area penetas telor kurang maka skema rangkaian pengontrol suhu tersebut bakal menyalakan lampu pemanas memakai relay. & pada waktu suhu/temperature runag penetas telor lebih tinggi yang berasal dari seting suhu/temperature maka skema rangkaian pengontrol suhu tersebut bakal mematikan lampu pemanas memakai relay. Untuk membuat skema rangkaian pengontrol suhu mesin penetas telor bisa disimak skema rangkaian & nilai komponen pada gambar dibawah ini.

Skema rangkaian Pengontrol Suhu Penetas Telor

Skema rangkaian pengontrol suhu mesin penetas telor tersebut adalah pengontrol suhu elektronik yg di bangun memakai komponen utama berbentuk thermistor, penguat operasional & driver relay (kontaktor lampu pemanas). Tegangan/voltage output hasil konversi nilai temperature area penetas telor dikuatkan memakai penguat tegangan/voltage transistor TR1 jenis 2S1815 lalu dibandingkan dngn tegangan/voltage referensi memakai penguat operasional (Op-Amp) jenis LM319. Tegangan/voltage referensi di pengontrol suhu mesin penetas telor tersebut bisa disetting memakai potensiometer VR1 10KOhm.

Jika tegangan/voltage output yang berasal dari penguat transistor TR1 lebih rendah dari tegangan/voltage rekomendasi maka penguat operasional (Op-Amp) bakal mengaktifkan relay lewat TR2 2SC1815 untuk menyalakan lampu pemanas ruan penetas telor. & di waktu tegangan/voltage output penguat transistor TR1 lebih tinggi dari tegangan/voltage rekomendasi maka penguat operasional tersebut bakal mematikan lampu pemanas memakai relay lewat transistor TR2. Skema rangkaian pengontrol suhu penetas telor tersebut bisa dioperasikan dngn tegangan/voltage sumber +12 volt DC. Sensor suhu (thermistor) pada skema rangkaian tersebut mesti diletakan pada posisi yg seimbang supaya level temperature selurung sisi area penetas telor bisa terkontrol dngn bagus.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih