Cara Membuat Skema rangkaian Receiver Remote Control Infra Merah

By | January 30, 2014

Cara Membuat Skema rangkaian Receiver Remote Control Infra Merah – Receiver remote control Infra Merah/infra red (irda) tersebut merupkana pasangan dari Skema rangkaian Transmitter Remote Control Infra Merah di artikel sebelumnya. Skema rangkaian Receiver Remote Control Infra Merah berperan untuk menerima data pancaran sinar infra red (irda) yang berasal dari skema rangkaian transmitter remote control infra red (irda) lalu menerjemahkan kode yg di kirim itu untuk mengaktifkan suatu objek sesuai dngn kode yg di kirim. Untuk bikin Skema rangkaian Receiver Remote Control Infra Merah bisa disimak gambar skema rangkaian & nilai komponen di gambar berikut.

Skema rangkaian Receiver Remote Control Infra Merah

Di Skema rangkaian Receiver Remote Control Infra Merah objek maupun beban digerakan memakai relay, skema rangkaian penerima maupun receiver remote control yang ditunjukan pada gambar di atas dibuat untuk menggerakan suatu objek saja yang berasal dari penerimaan sinar infra red (irda) yang berasal dari transmitter. Pada dasarnya skema rangkaian penerima remote kontrol infra red (irda) tersebut memakai IC TEA5500 sbg dekoder remote kontrolnya.

Sbg penerima pancaran sinar infra red (irda) yang berasal dari pemancar memakai foto transistor yg diumpankan ke suatu komparator tegangan/voltage dngn OP-Amp CA3140. Perubahan tegangan/voltage yang berasal dari foto transistor lalu dibandikan dngn dengan tegangan/voltage referensi yg diatur oleh pembagi tegangan/voltage R 100K & VR 470K. Perubahan tegangan/voltage yg melebihi batas referensi bakal direspon oleh komparator lalu di berikan ke IC TEA5500 lewat transistor dengan tipe BC548. Data yg sesuai dngn kode referensi pada receiver remote kontrol infra red (irda) dngn data transmitter remote control infra red (irda) bakal direspon untuk mengkatifkan suatu objek yg terhubung ke relay lewat transistor dengan tipe BC557.

Skema rangkaian Receiver Remote Control Infra Merah yang ditunjukan pada gambar di atas bisa dioperasikan dngn tegangan/voltage kerja +6 volt DC. Objek yg dikendalikan memakai skema rangkaian remote kontrol tersebut bisa berbentuk beban dngn tegangan/voltage kerja DC ataupun AC.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih