Cara Membuat Skema rangkaian Sensor Getaran

By | July 6, 2014

Cara Membuat Skema rangkaian Sensor Getaran – Skema rangkaian sensor getaran tersebut di buat benar-benar sederhana & bisa saja untuk digunakannya baterai sbg sumber tenaga listriknya. Disamping rancangannya yg benar-benar sederhana, skema rangkaian tersebut pun benar-benar kecil memakai arus listrik.

Langkah Kerja Skema rangkaian

Sensor untuk rancangan skema rangkaian tersebut di ambil dari komponen yg gampang diperoleh. Sensornya cuma berbentuk suatu loud speaker dngn diameter 2 inch. Prinsip kerjanya benar-benar sederhana yakni membalik sistem kerja dari sistem kerja loud speaker umum. Sebaliknya pada waktu loud speaker tersebut dipakai sbg sensor, susunan membran pada loud speaker berperan sbg detektor getaran.

Saat ada getaran datang pada membran, maka membran tersebut pun bakal turut bergetar (beresonansi). Bergetarnya membran bakal menyebabkan lilitan membran bakal bergerak relatif pada inti magnet tetap & menghasilkan sinyal listrik. Pembatasan daerah resonansi pada membran butuh diatur supaya membran tdk bakal merespon getaran dngn frekunsi yg tdk dinginkan.

Di dlm proyek tersebut, membran di buat sedemikian hingga cuma merespon pada frekuensi rendah lantaran getaran langkah/benda pada frekuensi rendah.

Untuk turunkan tanggapan pada loud speaker dipakai penambahan material yg berbentuk menyerap sinyal/getaran frekuensi tinggi seperti pemberian susunan spon pada daerah di seputar membrannya. Penambahan tersebut mesti dikerjakan dngn hati-hati supaya loud speaker tetap bisa merespon getaran dngn bagus. Untuk memperkuat sinyal yg dihasilkan dari loud speaker tersebut dipakai opamp CA3094.

Prinsip penentuan transistor tersebut yaitu lantaran sinyal yg dihasilkan oleh loud speaker amplitudonya & arusnya benar-benar lemah. Untuk menangani hal itu dngn cuma memakai sebuah opamp maka mesti dipakai opamp yg memiliki karakteristik transconductance audio amplifier. Keunggulan dari IC opamp tersebut yaitu gain nya dapat dikontrol hingga CA3904 tersebut umumnya disebutkan sbg programmable transconductance audio amplifier.

Pada output/keluaran CA3094 diumpankan pada suatu skema rangkaian monostabil yg mengatur lama suara dari buzzer. Saat ada getaran pada membran maka loud speaker bakal menghasilkan sinyal dngn amplitudo yg benar-benar kecil. Sinyal tersebut dikuatkan hingga mengakibatkan tegangan/voltage di pin 1 pada logika ‘1’. Keadaan tersebut mengakibatkan ada feedback lewat transistor dengan tipe 2N4403 & dioda 1N914.

Lantaran transistor dengan tipe 2N4403 ‘ON’ & menghasilkan feedback maka tegangan/voltage pada basis 2N4401 naik & mengakibatkan transistor tersebut ‘ON’ juga selanjutnya juga mengaktifkan skema rangkaian monostable. Dngn ‘ON’-nya transistor dengan tipe 2N4401 maka ada arus yg mengalir lewat buzzer selanjutnya transistor dengan tipe 2N4401. Keadaan tersebut bakal menyebabkan buzzer berbunyi hingga skema rangkaian monostabil kembali dlm keadaan reset.

Skema rangkaian Lengkap Detektor Getaran

Penempatan posisi sensor & langkah penempatannya punya pengaruh pada kepekaan dari skema rangkaian tersebut. Untuk memperluas daerah kerja maka mikrophone bisa ditempatkan diatas suatu pipa PVC yg sudah di isi material khusus & lalu pipa PVC tersebut ditanam di dlm tanah. Makin panjang pipa PVC yg ditanam maka makin bagus juga kerja dari sensor tersebut. Panjang pipa PVC yg dipakai seputar 1 meter. Dngn ada pipa PVC tersebut maka getaran yg diakibatkan bakal bergerak/merambat lewat material di dlm pipa PVC & pada akhirnya hingga dipermukaan pada sensor tersebut.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih