Cara Membuat Skema rangkaian Tester Kristal

By | December 12, 2013

Cara Membuat Skema rangkaian Tester Kristal – Skema rangkaian Tester Kristal atau Xtal yaitu skema rangkaian elektronika yg bisa dipakai untuk menguji masih baik-tidaknya daya kerja kristal itu. Kristal (Xtal) adalah komponen yg berperan untuk menghidupkan frekuensi osilasi dngn kestabilan yg benar-benar tinggi. Frekuensi osilasi tersebut didapat dari efek piezoelektrik. Adapun komposisi yg umum dipakai untuk beroleh efek piezoelektrik salah satunya kuarsa, garam Rochelle & tourmaline. Namun komposisi yg banyak dipakai yaitu kristal kuarsa. Kristal tersebut mempunya unit Hz. Untuk ukurannya macam–macam, seperti 1 MHz, 4 Mhz, 8 MHZ, 12 MHz & lain-lain.

Penemuan xtal (quartz/kuarsa) oscillator di awal era 20 jadi dasar pengembangan jam digital. Dngn beragam aplikasi yg bisa ditangani oleh oscillator yg stabil tersebut bikin beberapa produsen jam hendak memakainya sbg oscillator di jam. Xtal Oscillator yg biasanya digunakan di jam (yg dulunya senantiasa berlogo quartz) yaitu mempunyai frekuensi resonansi 32. 768 hz. Nilai tersebut didapat dngn kompromi dunia biner digital, di mana 2 pangkat 15 membuahkan angka 32768.

Kristla/Xtal yaitu komponen elektronika yg cukup mutakhir. Komponen tersebut dapat mengatur frekeunsi dngn sesuai & tidak bakal berubah-ubah. Dngn karakteristik kristal/xtal seperti itu, maka kristal kerap dipakai di pesawat transmiter seperti 80 Mtr. Band, 11 Mtr. Band, Handy Talky (HT), Walky Talky, MPEG, Nintendo, TV, Mobil-mobilan remote control & lain-lain. Tetapi, kristal/xtal tersebut cukup rawan hingga untuk tahu keadaan masih baik-tidaknya kristal itu anda perlu alat uji atau tester. Ada jalan keluar tepat bila Kita membutuhkan tester kristal. Skema rangkaian Tester Kristal ini dapat Kita punyai dngn merakitnya sendiri.

Langkah Membuat Skema rangkaian Tester Kristal

Dibawah ini kami sajikan gambar skema rangkaian Tester Kristal untuk bahan evaluasi & tips Anda merakitnya.

Gambar Skema rangkaian Tester Kristal

Daftar Komponen :

Resistor 1, Resistor 7 memiliki tipe atau berukuran 1 M

Resistor 2, Resistor 3 memiliki tipe atau berukuran 5, 6 k

Resistor 4 memiliki tipe atau berukuran 220 K

Resistor 5 memiliki tipe atau berukuran 1 k

Resistor 6 memiliki tipe atau berukuran 220

Capasitor 1, Capasitor 2 memiliki tipe atau berukuran 220 pF

Capasitor 3, Capasitor 4 memiliki tipe atau berukuran 10 F/25V RSM

Capasitor 5 memiliki tipe atau berukuran 100 nF

Capasitor 6, Capasitor 7 memiliki tipe atau berukuran 33 pF

D1 memiliki tipe atau berukuran LED 5 mm kuning

D2 memiliki tipe atau berukuran 1N4148

T1 memiliki tipe atau berukuran BC547C

IO1 memiliki tipe atau berukuran 4060

IO2 memiliki tipe atau berukuran 74HC4060

IO3 memiliki tipe atau berukuran 78L05

S1 memiliki tipe atau berukuran Saklar push button

S2 memiliki tipe atau berukuran Saklar dua posisi

Skema rangkaian Tester Kristal tersebut memungkinkan Kita untuk menguji resonator kuarsa di nilai berkisar dari 32 kHz sampai 24 MHz. Konfirmasi situasi bagus resonator kuarsa dikerjakan dngn tanda dioda LED & tanda akustik. Saklar S2 memungkinkan pergantian dari jangkauan.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih