Cara Mengendarai Mobil Matic Untuk Pemula

By | November 7, 2013

Cara Mengendarai Mobil Matic Untuk Pemula – Mobil bertransmisi automatis (automatic transmissions-A/T) telah jadi kebutuhan. Terlebih di kota besar seperti Jakarta, yang kerap macet. Tak hanya lantaran tambah nyaman, mengendarai mobil A/T tidak jarang bikin pengendara lebih sabar hadapi tekanan psikologis disebabkan didera kemacetan.

Walau berikan kenyamanan, belum banyak pemakai mobil bertransmisi automatis yang memahami bagaimana mengemudikan mobil A/T dengan cara benar, supaya kemampuan mobil dapat maksimal. Serta, kenyamanan betul-betul dapat dirasakan.

Tulisan ini khusus mengulas cara mengemudikan mobil A/T system “konvensional” dengan empat tingkat kecepatan. Dimaksud “konvensional” lantaran aplikasi teknologinya simpel, tak demikian kompleks. Belum dilengkapi moda sport/power. Sensasi berkendaranya juga, tak berbeda jauh dengan mobil bertransmisi manual.

Bedanya cuma masalah berpindahan kecepatan yang berjalan automatis, tiada butuh menekan pedal kopling. Pilihan moda pengoperasiannya cuma P, R, N, D, D-3 atau 3 (OD), 2, serta L.

Dibawah ini cara pengoperasiannya :

1. P (park/parkir). Pada waktu tuas transmisi automatis ada/digeser ke posisi P, sangat mungkin mesin mobil dihidupkan (run) tiada mobil jalan lantaran system pengunci parkir bekerja (parking lock assembly).

Pada posisi P ini, tekanan oli yang terbangun dalam transmisi, bakal segera dikembalikan ke bak penampungan. Belum bekerja menggerakkan serangkaian alat kontrol penggerak transmisi (control devices). Produsen transmisi automatis memperhitungkan beragam segi keselamatan pengendara. Umpamanya, mesin mobil cuma dapat dihidupkan waktu tuas ada di posisi P atau N (neutral).

Pikirkan apa yang terjadi, apabila di seluruh pilihan moda transmisi, mesin mobil dapat dihidupkan. Demikian mobil distarter, segera jalan. Benar-benar beresiko. Untuk lebih aman, pada waktu parkir, yakinkan tuas transmisi ada di posisi P, hindari mobil meluncur sendiri, tiada dikehendaki.

2. R (reverse/mundur). Sangat mungkin mobil jalan mundur. Umumnya mobil A/T, bakal jadi entakan saat kita menggeser tuas transmisi dari posisi P ke R. Ini disebabkan berlangsung penambahan tekanan oli dalam system hidrolis dalam area transmisi. Penambahan tekanan oli ini, atau yang di kenal dengan arti booster, mempunyai tujuan menambah daya cengkeram-mekanik pelat kopling dengan pelat baja dalam system transmisi automatis. Tujuannya untuk hindari slip kopling waktu berlangsung perpindahan torsi dari mesin ke roda penggerak.

3. N (neutral/netral). Pada waktu tuas transmisi automatis digeser ke posisi N, sangat mungkin mesin mobil hidup tanpa mobil dapat jalan. Umumnya, posisi N diambil pada waktu pengendara hendak mobil berhenti sesaat. Umpamanya pada waktu lampu jalan raya menyala merah. Tak hanya menghemat kampas rem serta kampas kopling/pelat baja, menggeser tuas ke posisi N lebih aman, menghindar mobil nyelonong tanpa dikehendaki. Posisi N dapat juga diambil waktu mobil parkir paralel. Sama waktu tuas di posisi P, pada waktu di posisi N, biasanya mesin mobil dapat dihidupkan.

4. D (drive). Tuas transmisi di posisi D, sangat mungkin mobil jalan/melaju dengan perpindahan kecepatan berjalan dengan cara automatis, dimulai dari gear 1st biasanya hingga gear 3rd (gear 3rd dengan rasio gear 1 : 1). Perpindahan kecepatan dengan cara automatis tanpa mesti menginjak pedal kopling, seperti mobil bertrasnamisi manual.

Pada waktu tuas di posisi D, perpindahan kecepatan-otomatis bakal berlangsung cuma dengan menekan pedal gas. Perpindahan kecepatan berlangsung bersamaan penambahan kecepatan mobil yang dimonitor oleh sensor kecepatan mobil (vehicle speed sensor/VSS). Posisi tuas di D, sangat mungkin kendaraan berakselerasi.

Caranya tinggal menekan pedal gas lebih dalam. Maka dengan cara automatis rasio gear bakal turun satu tingkat. Apabila awal mulanya gear rasio ada di posisi 4th, turun ke 3rd, dari 3rd turun ke 2nd, serta dari 2nd turun ke 1st. Akselerasi dibutuhkan waktu akan mendahului kendaraan lain atau waktu bakal meningkatkan mobil lebih cepat.

Pada waktu pedal gas ditekan, tegangan listrik yang diatur throttle position sensor (TPS) berikan tanda ke system elektronik transmisi automatis (transmission control unit/TCU atau powertrain control module/PCM) untuk mengalihkan tekanan oli ke posisi gear yang lebih rendah, hingga akselerasi berlangsung.

Rasio gear bakal kembali meningkat, saat laju kendaraan seperti yang dimonitor VSS meraih kecepatan tertentu. Tiap-tiap kendaraan, rasionya berlainan, diatur dengan cara terkomputerisasi oleh TCU/PCM.

5. D-3 atau overdrive/OD. Banyak pengemudi mobil transmisi automatis yang belum memahami manfaat mode yang satu ini. Walau sebenarnya, fungsinya sederhana. Pada waktu tuas transmisi digeser ke posisi D-3, atau pada sebagian type mobil, waktu tombol OD yang ada di tuas transmisi diaktifkan, sangat mungkin berlangsung perpindahan rasio gear dari 1st ke OD, hingga irit bahan bakar serta kurangi emisi gas buang.

Posisi gear D-3 atau OD, juga sangat mungkin membatasi perpindahan percepatan mobil maksimum pada gear 3rd. Biasanya mode D-3 atau OD jadi fungsinya saat mobil melaju dengan kecepatan diatas 60 km. per jam.

Cobalah saja, geser tuas transmisi ke posisi D lalu injak pedal gas hingga mobil melaju dengan kecepatan diatas 60 km per jam. Saat sampai di kecepatan kisaran 60 km per jam, biasanya tingkat percepatan mobil meraih 4th. Tekan tombol OD atau geser tuas ke D-3. Maka, gear rasio bakal segera turun ke posisi 3rd, serta tertahan di 3rd ( tidak ingin kembali dengan cara automatis ke 4th), sekalipun pedal gas diinjak lebih dalam.

Moda D-3 atau OD benar-benar menolong waktu kita akan berakselerasi tanpa mesti menginjak pedal gas lebih dalam, atau waktu bakal menyalip kendaraan lain. Namun janganlah lupa, sesudah mobil lain terlampaui, geser kembali tuas ke posisi D atau non aktifkan kembali tombol OD.

Ada yang sering ajukan pertanyaan, bagaimana system pengamanan dalam mobil transmisi automatis? Bagaimana jadinya, bila tanpa berniat tuas transmisi yang awal mulanya di D, kesenggol serta geser ke N atau juga R? Janganlah cemas, produsen transmisi automatis telah memperhitungkan itu.

Bila tuas geser ke posisi yg tidak dikehendaki, maka system pc transmisi automatis mobil yang dikendalikan TCU/PCM dengan cara automatis bakal mengeset system dalam moda N atau netral. System dirancang untuk menghindar kehancuran transmisi automatis.

6. Intermediate (2 atau D-2). Posisi tuas di 2, sangat mungkin menghindar beroperasinya kecepatan atau gear yang lebih tinggi. Dengan kata lain, saat tuas digeser ke 2, transmisi bakal bekerja dengan cara automatis pada gear 1st serta 2st, dan membatasi perpindahan ke gear 3rd.

Diluar itu juga dengan cara mekanis mengaktifkan compression breaking atau yang pada mobil manual seringkali dimaksud engine breaking. Fungsinya, waktu mobil melaju diturunan, transmisi automatis bakal menolong menahan laju mobil. Harap diingat, sesudah melintasi jalur normal, geser kembali tuas ke D.

Pengaktifan compression breaking yang terlampau lama, bikin oli transmisi serta transmisi cepat panas. Oli transmisi juga cepat kotor, hingga umur pakai oli lebih singkat. Lantaran membatasi gear maksimum di posisi 2nd, maka benar-benar menolong mobil waktu melaju di tanjakan yang cukup tajam serta panjang. Dapat menahan torsi mesin pada tingkat yang di idamkan.

7. L (low). Tak jauh berlainan dengan 2, moda L bekerja untuk membatasi tingkat kecepatan kendaraan pada gear 1st. Lantaran bertahan di gear 1st, maka benar-benar efisien dipakai pada waktu mobil melintasi tanjakan atau turunan terjal. Lantaran mobil cukup tenaganya, sangat mungkin melintas di medan yang susah sekalipun. Apabila jalanan normal, janganlah lupas geser lagi tuas ke D.

Mengerti cara kerja serta pemakaian transmisi automatis dengan cara benar tak saja mengemudikan mobil bertransmisi automatis jadi tambah nyaman, namun juga irit bahan bakar. Selamat coba!

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih