Cara Mudah Eksport dan Import Barang

By | May 21, 2013

Cara Mudah Eksport dan Import Barang  РJika kepingin bisnis anda meningkat, anda wajib menguasai pasar luar indonesia. Oleh sebab itu,, anda wajib dapat memasarkan barang produksi anda keluar indonesia via ekspor. Usaha ekspor-impor di Dalam negeri berkembang dgn pesat bersamaan dgn tumbuhnya permintaan dari dalam serta luar negri.

Berikut ini merupakan panduan eksport import barang:

# CARA EKSPOR:

Anda wajib dapat menemukan buyer/pembeli dari luar negri. Databases buyer dapat diperoleh melalui banyak sumber. Dapat lewat mengikuti pameran, menghubungi perwakilan dagang, dll

Proses berikutnya yaitu anda mempromosikan produk anda pada buyer. Anda wajib dapat membuktikan keunggulan mutu serta sejumlah keunggulan yang lain hingga buyer tertarik akan produk anda. Hingga pada akhirnya buyer melangsungkan transaksi pembelian.

Prosedur ekspor yg wajib dikerjakan yaitu sebagai berikut:

Menyiapkan SI (shipping instruction) ke pelayaran dimana dilengkapi dgn Invoice serta Packaging List. Kemudian, bagian pelayaran bakal mengeluarkan DO (Delivery Order) dimana berisi penjelasan mengenai container berupa nomer seal serta nomer container, Identitas feeder (identitas kapal pegangkut), dll

Berdasarkan Do itu, anda lalu perlu mengurus PEB (Pemberitahuan Ekxpor Barang) dimana hendak jadi cikal bakal diterbitkannya COO (Certificate of Origin). Sesudah container berangkat, bagian pelayaran bakal menerbitkan BL (Bill of Lading). Lalu anda dapat menagih pelunasan pembayaran order untuk buyer dgn mengirimkan via fax/email dokumen: BL, Packing List, Invoice, serta COO

Dokumen asli baru anda kirim ke buyer lewat layanan pengiriman bilamana uang pelunasan order sudah sampai ke rek bank anda

# PANDUAN IMPOR

Anda menghubungi perusahaan di luar negri dimana memasarkan produk yg anda inginkan. Lalu anda menjalankan order. tipe pelunasan dapat memakai teknik TT (telegraphic transfers) maupun boleh pula dgn mempergunakan LC (letter of credit).

Jika anda memanfaatkan LC, anda wajib menghubungi bank devisa guna mengregister LC dgn melampirkan PO (Purchase Order). Lalu bank devisa bakal menghubungi bank koresponden pada negara supplier lalu memerintahkan bank koresponden itu supaya menghubungi supplier bahwa sudah diterbitkan LC atas order anda ke mereka

Setelah oder anda selesai dikerjakan serta standby dikirim, anda bakal memperoleh pemberitahuan dari supplier berupa data BL, INV, PL yang terkirim by fax serta original data dikirim ke bank korespinden guna memperoleh pembayaran.

Metode berikutnya anda selaku importir wajib menyusun PIB (Pemberitahuan Impor Barang) pada warung EDI (Electronic Data Interchange) dimana sudah dipilih Dirjen Bea Cukai. Dari PIB yg sudah dicreate, bakal diketahui berapa PPH nya yg bakal dibayar, jadi PIB itu ditutup di bank maupun PPH nya dibayar antara computer bank dgn Bea Cukai yg sudah online

Lalu anda pun wajib mengurus custom bond (asuransi) dimana bertujuan guna menjaminkan besarnya biaya bea masuk serta PPN terhadap importir serasi dgn yg tercantum pada PIB. Kemudian data yg sudah dibayar pada bank beserta custom bond diajukan ke BAPEKSTA (Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor dan Pengolahan Data Keuangan) guna keperluan penerbitan STTJ (Surat Tanda terima Jaminan) yg dipakai buat mengeluarkan barang dari petugas Bea Cukai.

Di waktu proses pengregisteran PIB, Warung EDI mempunyai hak buat mengirimkan data milik importir ke Bea Cukai via on-line yg sebelumnya bagian EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) mengecek container serta menukar BL ke forwarder agar memperoleh DO (Delivery Order). DO itu dibawa ke Bea Cukai guna keperluan proses in clearing barang.

Bilamana sepenuhnya oke, bagian Bea Cukai bakal memberi balasan untuk importir lalu menyuruh importir supaya secepatnya menyampaikan data ke Kantor Bea Cukai yg bersangkutan. Bagian Bea CUkai bakal meneliti data dari importir itu.

Sesudah diterima serta diteliti fisik data itu dan disesuaikan dgn data yg sudah ditransfer terdahulu, maka Bea Cukai bakal mengeluarkan SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang). Lain halnya apabila Bea Cukai mencurigai data yg mereka terima, maka Bagian Bea Cukai bakal menerbitkan PJM (Pemberitahuan Jalur Merah). Dgn membawa SPPB dari Bea Cukai maka anda dapat mengeluarkan barang yg anda import dari pelabuhan.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih