Cara Mudah Memilih Oli Yang Cocok Untuk Sepeda Motor

By | February 26, 2014

Cara Mudah Memilih Oli Yang Cocok Untuk Sepeda Motor – Ganti oli dengan cara teratur adalah satu diantara sisi penting dlm menjaga sepeda motor yang paling disayangi tetap awet, disamping itu ganti oli dengan cara teratur pula bisa mencegah pemborosan bahan bakar. Tetapi tahukah anda bahwasanya oli yg anda pakai di sepeda motor yang paling disayangi anda waktu ini telah betul-betul pas dngn sifat mesinnya?, oleh karenanya dlm postingan saat ini corelita.com bakal coba sharing info pada rekan-rekan tentang Tips Sederhana Menentukan Oli Yg Cocok Untuk Sepeda Motor Yang paling disayangi supaya jangan sampai salah tentukan oli, dibawah ini info lengkapnya buat kamu :

Barangkali selama ini anda berasumsi bahwasanya manfaat utama oli hanya sbg pelumas mesin. Walau sebenarnya oli mempunyai manfaat lain yg tidak kalah dianjurkan, diantaranya sbg Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih & Penutup Celah di Dinding Mesin.

Seluruhnya Manfaat itu yaitu benar-benar erat berkaitan. Sbg Pelumas, Oli bakal membuat gesekan antar komponen di dlm mesin bergerak lebih halus, hingga mempermudah mesin untuk meraih suhu kerja yg ideal. Disamping itu Oli pun melakukan tindakan sbg fluida yg memindahkan panas area bakar yg meraih 1000-1600 derajat Celcius ke bagian2 part mesin yg lebih dingin.

Dngn tingkat kekentalan yg sesuai dngn kemampuan volume ataupun keperluan mesin. Maka makin kental oli, tingkat kebocoran bakal makin kecil, tetapi disisi lain menyebabkan pertambahan beban kerja untuk pompa oli.

Oleh karenanya, peruntukkan untuk mesin kendaraan Baru (&/maupun relatif Baru berusia di bawah 3 th.) direferensikan untuk memakai oli dngn tingkat kekentalan minimal SAE10W. Karena semua komponen mesin baru (dngn tehnologi paling akhir) mempunyai lubang maupun celah dinding yg benar-benar kecil, hingga bakal susah dimasuki oleh oli yg mempunyai kekentalan tinggi.

Disamping itu kandungan aditif dlm oli, bakal membuat susunan film di dinding silinder guna membuat perlindungan mesin di waktu start. Sekalian menghindar munculnya karat, sekalipun kendaraan tdk dipergunakan dlm waktu yg lama. Selain itu juga kandungan aditif deterjen dlm pelumas berperan sbg pelarut kotoran hasil bekas pembakaran supaya terbuang waktu pergantian oli.

SPESIFIKASI OLI

Makin banyak pilihan oli waktu ini, tdk semestinya membuat sampeyan bingung ( bimbang). Terdapat banyak hal yg barangkali dapat jadikan Acuan diantaranya, ketahui sifat kendaraan kita (spesifikasi mesin dan lingkungan di mana sebagian besar sampeyan berkendara (suhu, kelembapan angin, debu, dsbnya.)

Tingkat kekentalan oli yg pula dimaksud “VISKOSITY-GRADE” yaitu ukuran kekentalan & kekuatan pelumas untuk mengalir di temperatur khusus jadi prioritas paling utama dlm menentukan Oli. Kode pengenal Oli yaitu berupa huruf SAE yg adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers. Setelah itu angka yg mengikuti dibelakangnya, tunjukkan tingkat kekentalan oli itu. SAE 40 maupun SAE 15W-50, makin besar angka yg ikuti Kode oli mengisyaratkan makin kentalnya oli itu.

Sedang huruf W yg ada dibelakang angka awal, adalah singkatan dari Winter. SAE 15W-50, bermakna oli itu mempunyai tingkat kekentalan SAE 10 untuk keadaan suhu dingin & SAE 50 di keadaan suhu panas. Dngn keadaan seperti ini, oli bakal berikan perlindungan maksimal waktu mesin start pada keadaan ekstrim sekalipun. Sementara itu dlm keadaan panas normal, idealnya oli bakal bekerja di kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standard SAE.

Mutu dari oli sendiri diperlihatkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dngn diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API : SL, kode S (Spark) mengisyaratkan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf ke-2 mununjukkan nilai mutu oli, makin mendekati huruf Z mutu oli makin bagus dlm melapisi komponen dngn susunan film & makin pas dngn keperluan mesin moderen.

Oli synthetic umumnya dianjurkan untuk mesin-mesin berteknologi teranyar (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yg memerlukan pelumasan yg lebih bagus (racing) di mana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi di mana cuma oli synthetic yg dapat melapisi & mengalir sempurna. Oli synthetic tdk dianjurkan untuk mesin yg berteknologi lama di mana celah antar part umumnya sangat

besar/renggang hingga apabila memakai oli synthetic biasanya jadi lebih boros lantaran oli turut masuk keruang pembakaran & turut terbakar hingga oli cepat habis & knalpot agak ngebul.

Dibawah ini sebagian kelebihan oli synthetic dibanding oli mineral :

Lebih stabil di temperatur tinggi Mengontrol/ Menghindar terjadinya endapan karbon di mesin Aliran lebih lancar di saat start pagi hari/cuaca dingin Melumasi & melapisi metal lebih bagus & mencegah terjadi gesekan antar logam yg menyebabkan rusaknya mesin Tahan terhadapan pergantian/oksidasi hingga lebih tahan lama hingga lebih ekonomis & efektif Kurangi terjadinya gesekan, menambah tenaga & mesin lebih dingin Memiliki kandungan detergen yg lebih bagus untuk bersihkan mesin dari kerak.

Oli yg bagus (umumnya synthetic) dapat berikan lapisan film tipis yg pada komponen metal yg bergerak yg mana bermanfaat untuk kurangi gesekan komponen metal hingga suara mesin jadi lebih halus & tarikan lebih mantap. Pada intinya milih oli nyaris sama dngn milih istri (cocok2an) namun ada garis besarnya yg dapat di-ikuti : Dianjurkan janganlah memakai oli untuk mobil ke motor kita karena ada komposisi di-oli mobil yg mesti dikurangi juga di hilangkan namun pada motor mesti agak banyak untuk meredam gesekan lantaran putaran mesin motor lebih tinggi & lebih berat kerjanya.

Minimnya pengetahuan perihal perubahan tehnologi pelumas, mengakibatkan munculnya banyak mitos pada orang-orang. Sbg misal, waktu ganti oli mesin … oli sisa berwarna hitam … kerap dikira oli berkwalitas jelek. malah sebaliknya, pergantian warna oli mengisyaratkan bahwasanya oli sudah bekerja dngn bagus sbg pelarut kotoran. Setelah itu kotoran bakal terbawa keluar di waktu perubahan oli dikerjakan, karena itu dinding mesin bakal terlepas dari kerak.

Dilain pihak, jika pergantian warna itu berlangsung dlm kurun waktu yg benar-benar dekat (terhitung dari waktu pergantian perdana), itu mengisyaratkan kemungkinan ada rusaknya komponen di dalam mesin hingga oli cepat teroksidasi. Anda janganlah bingung2, pakai saja oli yg bagus (barangkali mesti 2-4 kali cobalah baru dapet, seperti pacaran saja bila pas jadi bini). Bila disimak dibuku panduan motor nyaris tdk dijelaskan merk oli & yg dijelaskan cuma API SG 20w50 maupun yg lebih bagus. Jadi bila kita gunakan oli yg lebih bagus mengapa takut garansi batal? Cobalah bertanya ke staff BENGKEL RESMI perihal hal tersebut, & apa jawaban mereka??

Untuk coba oli baru dapat ikuti prosedur dibawah ini :

Saat sebelum ganti oli, cobalah bersihkan saluran bahan bakar & kerak yg barangkali ada pada mesin. Tdk usah bingung, dapat gunakan carburator cleaner yg dituang ke tangki contoh merk STP. Kerjakan tiga hari saat sebelum ganti oli & motor digunakan seperti biasa & bila dapat kecepatan agak tinggi, ini untuk bersihkan saluran bahan bakar & endapan karbon. Ganti oli dngn oli baru yg pas (janganlah lupa ada JASO MA) termasuk filter olinya. Kerjakan pergantian oli di keadaan mesin panas supaya oli lama keluar seluruhnya.

Coba deh gunakan selama satu minggu ada perubahan yg enak tidak? bila tidak artinya olinya tdk pas (Nada mesin jadi lebih halus, tarikan lebih mudah, tenaga lebih mantap, dsb)

Semakin besar kerja mesin, semakin penting peran oli. Hal sama pula berlangsung di sepeda motor, terlebih pada kota-kota besar, di mana lalu-lintas condong macet, ruwet, & suhu semakin panas. Mengingat penting & peranannya, oli jadi ladang usaha mengundang selera paling tdk setiap 2. 000 km hingga 5. 000 km– oli mesti diganti. Beragam merk & type oli juga bermunculan di pasaran. Mulai yang berasal dari oli umum (konvensional) yg dimaksud pelumas mineral, hingga oli sintetis & semi sintetis. Perbedaan ketiga type oli tersebut, dapat disimak dari komponen & unsur didalamnya. Pelumas konvensional, biasanya terdiri atas 90% minyak dasar (crude oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% kombinasi bahan kimia aditif guna menambah kemampuannya.

Bahan kimia yg digunakan sbg kombinasi umumnya detergen (pembersih), antioksidasi & Index Viscosity Imorover (kombinasi peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu membuat oli yg dapat melumasi mesin. Pelumas sintetis, sebagian besar maupun semuanya terdiri atas beberapa bahan aditif. Jumlahnya memastikan type oli sintetisnya. Oli sintetis penuh (full synthetic oil) memiliki kandungan 100% bahan aditif, yakni minyak dasar bahan kimia yg bukan hanya dihasilkan dari penyulingan minyak bumi. Sedang oli semi sintetis pelumas yg di buat dngn memakai minyak dasar bahan kimia digabung minyak mineral. Mengingat sistem pemrosesannya tdk lagi memercayakan minyak dasar, bahan kimia yg banyak diaplikasi sbg pengganti diantaranya ester asam berbasa dua, ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena, silikon, klorida sert fluor hidrokarbon.

Mengingat bahannya tetap alami, oli mineral sangat pas untuk motor motor lawas, seperti Honda C-70, Honda C-90Z, Supercup, Astrea 800, Yamaha V-75, Suzuki Crystal, Binter Mercy, & sebagainya. Kelebihannya, oli tidak gampang menguap waktu mesin ada di temperatur ideal, hingga jeroan yg telah aus tdk jadi tambah parah. Untuk mesin motor baru seperti Motor Honda Supra, Motor Karisma, Motor Astrea Impressa, Motor Yamaha F1-Z, Motor RX-King, Motor RX-Z, Motor Kawasaki Ninja, Motor Yamaha Vega, Motor Yupiter, Motor Kawasaki Kaze, Motor Suzuki Shogun, & sebagainya, dapat menggunakan oli semi-sintetis. Kombinasi unsur mineral & kimia, dapat melindungi keadaan mesin terus sempurna, tanpa meninggalkan kekuatan membuat perlindungan komponen dlm mesin.

Sedang oli full synthetic benar-benar pas digunakan di motor balap yg mesinnya terus-terusan digeber di putaran (rpm) tinggi. Oli tersebut dapat melumasi semua sisi mesin hingga di sela-sela kecil sekalipun. Tingkat kekentalannya juga stabil walau dlm keadaan ekstrem, & dapat melindungi mesin walau di suhu tinggi. Klasifikasi oli sintetis tdk berbeda dngn oli umum. Pelumas sintetis memiliki type klasifikasi tingkat kekentalan tunggal (single grade), umpamanya SAE 20, SAE 40 & SAE 50.

Ada pun type klasifikasi tingkat kekentalan jamak (multigrade) diantaranya SAE 15W-50 maupun SAE 20W-50. Juga, di aplikasi motor balap maupun mesin berteknologi canggih, tingkat kekentalannya kerap di buat benar-benar ekstrem, umpamanya SAE 5W-50, SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis mempunyai banyak kelebihan & sistem pembuatannya lebih rumit di banding oli umum, harga nya juga relatif mahal. Nah, untuk menentukan oli yg cocok, cocokkan dngn keperluan mesin motor Kita.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih