Cerita Dongeng Si Tua Rinkrank dan Gunung Kaca

By | November 30, 2013

Cerita Dongeng Si Tua Rinkrank dan Gunung Kaca – Dulu, ada seseorang Raja yg mempunyai seseorang putri, & Raja itu membuat suatu gunung yg terbuat dari kaca, & bikin sayembara & menyampaikan bahwasanya siapa saja yg dapat menyeberang & melalui gunung itu tanpa terjatuh, bisa menikah dengan putrinya. Di kerajaan itu, ada seseorang pemuda yg menyukai putri Raja itu, & pemuda itu juga memohon pada Raja supaya bisa menikah dengan sang Putri.

” Ya, ” kata Raja, ” bila anda bisa melalui gunung kaca tanpa terjatuh, saya bakal menikahkan anda dngn putriku. “

Sang putri yg juga suka pada pemuda itu menyampaikan bahwasanya dia bakal pergi berbarengan pemuda itu untuk melalui gunung kaca, & bakal memegang si Pemuda jika pemuda itu terjatuh. Mereka juga berangkat berbarengan ke gunung kaca, & saat mereka sudah berjalan 1/2 jalan ke atas, sang Putri terpeleset & jatuh, & gunung kaca itu terbuka & menelannya masuk ke dlm gunung, & si Pemuda tdk dapat lihat dimana sang Putri tertelan lantaran gunung itu dngn segera tertutup kembali. Ia juga menangis & meratap, & Raja yg tahu duduk kejadiannya, jadi benar-benar menanggung derita juga, & meskipun sang Raja mengerahkan orang untuk mencari putrinya yg terjatuh, mereka tetap tdk dapat temukan sang Putri lagi.

Sementara putri Raja sudah jatuh cukup dlm ke dlm bumi sampai tiba di suatu gua besar. Sesosok orang tua dngn jenggot abu-abu yg benar-benar panjang datang kepadanya & berkata bahwasanya bila sang Putri bersedia jadi pelayannya & lakukan segala sesuatu yg dia perintahkan, sang Putri bakal terus dibiarkan hidup. Sang Putri juga terpaksa lakukan semua yg dia perintahkan.

Tiap-tiap pagi, orang tua itu akan mengambil tangga dari sakunya, & mengaturnya sedemikian rupa & naik ke puncak dngn pertolongan tangga itu, & lalu ia bakal menarik naik tangga tersebut di atas. Sedangkan Sang putri mesti memasak makan malamnya, merapihkan tempat tidurnya, & lakukan semua pekerjaan rumah, & saat si Orang Tua itu pulang, ia senantiasa membawa tumpukan emas & perak.

Tanpa terasa, sang Putri sudah tinggal berbarengan Orang Tua itu selama bertahun-tahun, & Orang Tua yg di panggil dngn julukan si Tua Rinkrank, semakin jadi tambah tua.

Satu hari, waktu si Tua Rinkrank keluar, sang Putri yg sudah merapihkan area tidur & membersihkan piring, tutup pintu & semua jendela dngn cepat. Sang Putri cuma membiarkan satu celah terbuka pada suatu jendela kecil. Saat si Tua Rinkrank kembali, ia mengetuk pintu, & berteriak,

” Bukalah pintu buat saya. “

” Tdk, ” kata sang Putri, ” Tua Rinkrank, saya tdk bakal buka pintu untukmu. ” Lanjut sang Putri.

” Disini saya berdiri, Rinkrank yg malang,Dngn kaki yg capek, Cucilah piring saya. ” Kata si Tua Rinkrank

” Saya sudah membersihkan piringmu, ” kata sang Putri.

Lalu si Tua Rinkrank berkata lagi, ” Disini berdiri saya, Rinkrank yg malang,

Dngn kaki yg capek, Rapihkanlah tempat tidurku. “

” Saya sudah merapihkan tempat tidurmu, ” kata sang Putri.

Lalu si Tua Rinkrank berkata lagi, ” Disini berdiri saya, Rinkrank yg malang, Dngn kaki yg capek,

Bukalah pintu. “

Namun sang Putri tdk menjawab apa-apa.

Si Tua Rinkrank lalu lari mengitari rumahnya, & lihat celah pada jendela kecil yg terbuka, & dia juga memikirkan, ” Saya bakal lihat ke dlm & lihat apa yg diperbuat oleh sang Putri, & kenapa dia tdk ingin membukakan saya pintu. ” Dia juga coba mengintip, namun tdk dapat melewatkan kepalanya melewati jendela itu lantaran jenggotnya yg panjang. Jadi dia memasukkan janggutnya terlebih dulu melewati jendela kecil yg terbuka itu, namun waktu ia memasukkan janggutnya, sang Putri menarik jendela itu sampai tertutup dngn tali yg ia sudah ikat & buat persiapan untuk itu, hingga janggut si Tua Rinkrank terjepit di daun jendela.

Si Tua Rinkrank juga mulai berteriak memelas lantaran terasa benar-benar kesakitan, & memohon supaya sang Putri melepas janggutnya. Namun sang Putri menyampaikan bahwasanya dia tdk bakal melepas janggut si Tua kecuali si Tua Rinkrank memberinya tangga untuk naik ke puncak gunung. Pada akhirnya si Tua Rinkrank memberitahu dimana tangga itu ada.

Sang Putri lalu mengikatkan pita yg benar-benar panjang pada jendela, lalu membangun tangga yg diperoleh dari si Tua, & naik ke puncak gunung. Saat dia sudah ada diatas, dia lalu menarik pita panjang itu untuk buka jendela & melepas daun jendela yg menjepit janggut si Tua. Sang Putri juga pulang & menghadap ke ayahnya, dan menceritakan semua yg sudah berlangsung padanya.

Raja & pemuda yg mencintainya, benar-benar bersukacita, lalu sang Raja memerintahkan pengawal untuk menangkap & menghukum si Tua Rinkrank. Lalu Raja juga mengambil alih semua emas & perak yg ada pada rumah si Tua. Tdk berapa lama lalu, Sang putri lalu menikah dngn si Pemuda, & hidup bahagia selama-lamanya.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih