Hal yang menyebabkan V-Belt di Skubek Mudah Putus

By | March 28, 2013

Hal yang menyebabkan V-Belt di Skubek Mudah Putus – Pada dasarnya , umur pakai dari komponen v-belt pada skubek berkisar anrata 15 ribu sampai dengan 20 kilometer. Akan tetapi,jika melebihi angka dari itu, v-belt rata-rata akan putus tanpa ada gejala dan tanda-tanda sebelumnya yang mengindikasikan v-bel tersebut akan putus. Hal tersebut diakui Raymond seseorang dari JP Racing Cengkareng, yang beralamat di Jakarta Barat, yang kala itu pernah kedatangan seorang konsumen ke bengkelnya disebabkan karena motornya putus v-belt secara tiba-tiba dan mendadak.

Disamping karena umur pemakaian dan penggunaan yang lebih lama, terdapat pula beberapa hal bisa menjadi menjadi penyebab putusnya v-belt, dan keseluruhannya dapat dideteksi jika kita mau berusaha sedikit. Berikut inilah bagian-bagian yang perlu dicermati serta dipahami oleh beberapa orang tentang v-belt.

Pertama, lihatah bagian di dalam maupun bagian bergigi dalam v-belt. Tanda-tanda hendak putus, kata Raymond, pada umumnya muncul bagian yang retak-retak. Jika tidak terdapat gejala seperti itu, dapat pula menekuk v-belt.

Kedua, Pada sisi samping belt, sudutnya terlihat jauh lebih ramping serta lebih tajam dan runcing dibandingkan dengan belt yang masih standar. Hal  tersebut menandakan belt telah aus gara-gara gesekan dengan puly. Apabila telah aus-belt akan menjadi lebih mulur dan dapat mengundang suara berisik di dalam rumah CVT, seolah-olah rantai yang sudah kendur, hal ini karena belt bergesek dengan tutup CVT maupun crankcase.

Hal tersebut ternyata ada pengaruhnya, “Akselerasi awal pada umumnya oleh karena itu selip. Semacam gas diputar namun tenaga tidak sesuai dan tepat sesuai dengan putaran mesin,” bilang H Indra Putera Laksana, mekanik GT Speed yang berlokasi di Cinere, Depok.

Ketiga, Pemakaian ukuran roda / ban yang tak sesuai, contohnya 140/80-14. Belt perlu tekanan yang cukup tinggi guna menggerakkan roda. Hal inilah yang akan membuat belt menjadi cepat aus. Selain hal tersebut, daya yang cukup besar-gara-gara pemakaian roda/ban lebar-juga akan membuat belt menjadi lebih cepat aus.

Keempat, Rute perjalanan yang cukup panjang dan lama dalam waktu seharian pun membuat daya tahan dan kemampuan dari  v-belt berkurang selanjutnya membuatnya lebih mudah dan cepat putus. Contohnya, dalam sekali jalan menempuh jarak puluhan kilometer tanpa disertai dengan istirahat dicampur macet. Walau pemakaian masih sekitar 10 ribu kilometer, v-belt dapat pula putus.

Nah, buat menangkal semua gejala itu, Tidak ada salahnya dikerjakan pengecekan. Hal tersebut dapat dikerjakan sewaktu lenggang dan santai.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih