Komponen mobil yang rawan rusak pada saat banjir

By | March 31, 2013

Komponen mobil yang rawan rusak pada saat banjir –┬áCurah hujan akhir-akhir ini sedang jarang, akan tetapi bukan tandanya musimnya telah berhenti. Justru hingga Maret kedepan tengah berlangsung serta diprediksikan akan terjadi banjir cukup besar. Tindakan Nekad menerjang banjir menggunakan mobil, siap-siap saja membuat kantong dikuras buat service dan memperbaiki kerusakannya.

Ada kemungkinan sejumlah onderdil mobil yang dapat rusak, malahan kerusakannya fatal serta uang yang disediakan lumayan tinggi. Inilah komponen beserta kerusakan serta perkiraan dana reparasinya.

Water Hammer

Air sampai ke dalam ruang bakar ketika mesin menyala. Akibatnya, piston yang mengompres udara serta bahan bakar tercampur air. Disebabkan air zat dimana tidak dapat dikompres, maka dapat timbul tekanan luar biasa besar di dalam ruang bakar dimana akan mengakibatkan piston berlubang, setang piston patah beserta blok mesin pecah. Dan sialnya, kerusakan gara-gara water hammer bukan termasuk risiko dimana ditanggung oleh pihak asuransi. Dana reparasi sampai dengan puluhan malahan hingga ratusan juta rupiah.

Rem berkarat

Kampas serta piringan rem sangat mudah berkarat di dalam keadaan lembab. Sewaktu anda menarik rem tangan, kampas belakang dapat menempel dengan piringannya. Gejalanya terasa sewaktu menurunkan rem tangan, laju mobil tertahan. Oleh sebab itu,, usahakan tiap habis melewati genangan banjir, injaklah pedal rem (denngan kaki kiri) sedikit sambil tetap menekan pedal gas. Tindakan tersebut dapat melepaskan air beserta menimbulkan panas di dalam rem sehingga air bisa hilang karena menguap. Nilai kerugian Rp1-Rp5 juta.

Oli tercampur air

Pada saat melewati banjir, air bergerak masuk melewati celah-celah. Salah satu bagian dimana rentan disisipi air yaitu transmisi. Oli dimana bercampur air dapat kehilangan daya lumasnya serta amat rentan terkena karat. Akan tetapi sebelum karat timbul, daya lumas oli dimana berkurang menyebabkan aus lebih awal. Di dalam transmisi otomatis, pelumas yang tercampur dengan air dapat mengakibatkan kerusakan di dalam pelat kopling berlapisnya.

Teknik mencegah kerusakan periksa warna oli sesudah melewati banjir. Oli yang tercampur air selalu berwarna lebih muda serta bersifat lebih cair. Secepatnya ganti olinya, apabila hingga timbul kerusakan, nilai kerugian sampai dengan puluhan juta rupiah.

Kopling Menempel

Untuk mobil bertransmisi manual, sesudah melewati banjir jangan segera parkir. Hal ini karena, air yang merembes ke kopling menyebabkan komponen itu serta dekrupnya menjadi lebih lembab dimana bisa menyebabkan adhesi yang kuat antara pelat kopling serta dekrup. Jangan kaget seandainya esoknya transmisi susah digunakan. “Disebabkan plat kopling serta dekrup menempel serta berkarat,” kata Teddy Rev, pemilik salah satu bengkel dari Rev Engineering yang sangat sering mendapatkan gejalan semacam itu. Nilai kerugian Rp2-Rp5 juta.

Alternator korslet

Alternator korslet berfungsi mengkonversi putaran mesin menjadi tenaga listrik. Sebenarnya, komponen tersebut rentan mengalami kerusakan apabila terkena air. “Tahun zaman ini banyak mobil memakai alternator modern dengnan IC (integrated circuit) di dalamnya. Nah, komponen tersebut dapat rusak jika terendam air,” kata Atek, seorang pemilik Galeri Alternator diHaji Nawi, yang berlokasi di Jakarta Selatan. Nilai kerugiannya bisa mencapai Rp1-Rp3 juta.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih