Langkah Menambah Oktan Dengan Minyak Atsiri

By | January 4, 2014

Langkah Menambah Oktan Dengan Minyak Atsiri – Minyak atsiri di kenal dengan nama minyak eteris atau minyak terbang serta menjadi bahan organik yang punya sifat gampang menguap (volatile), memiliki rasa getir serta bau menyerupai tanaman aslinya (esensial). Di proses dari bagian-bagian tanaman seperti daun, buah, biji, bunga, akar, rimpang, kulit kayu, juga sampai semua sisi pada tanaman. Tak hanya dihasilkan oleh tanaman, Minyak atsiri bisa pula di bentuk dari hasil degradasi oleh enzim atau di buat dengan cara sintetis.

Sistem produksi minyak atsiri bisa ditempuh melewati 3 langkah, yakni :

(1). Pengempaan (pressing)

(2). Ekstraksi memakai pelarut (solvent extraction)

(3). Penyulingan (distillation)

Menurut sebagian riset yg sudah ada, nyaris semua tumbuhan yg mempunyai kandungan senyawa aromatik (minyak atsiri/minyak terbang) bisa dipakai untuk membuahkan panas dan menambah nilai oktan satu bahan bakar.

Dalam situasi fresh serta murni, minyak atsiri biasanya tak berwarna atau sedikit kekuningan, serta tak mempunyai endapan. Tetapi, pada penyimpanan yang cukup lama minyak atsiri bisa teroksidasi. Untuk menghambatnya, minyak atsiri mesti disimpan dalam bejana gelas yang berwarna gelap, di isi penuh, ditutup rapat, dan disimpan di tempat yang kering serta sejuk.

Penyulingan adalah cara yang paling banyak dipakai untuk memperoleh minyak atsiri. Penyulingan dikerjakan dengan mendidihkan bahan baku didalam ketel suling hingga ada uap yang dibutuhkan untuk memisahkan minyak atsiri lewat cara mengalirkan uap jemu dari ketel pendidih air (boiler) ke dalam ketel penyulingan.

Minyak atsiri adalah satu diantara komoditas ekspor agroindustri potensial yang bisa jadi andalan untuk Indonesia untuk memperoleh devisa. Data statistik ekspor-impor dunia memperlihatkan bahwasanya konsumsi minyak atisiri serta turunannya naik lebih kurang 10% dari th. ke th.. Kenaikan itu terlebih didorong oleh perubahan keperluan untuk industri food flavouring, industri komestik serta wewangian.

Sebagian perumpamaan tanaman penghasil minyak atsiri yang ada di Indonesia, yaitu sbg berikut :

  • Dari Bahan Akar : bisa berasal dari Akar wangi, Kemuning
  • Dari Bahan Daun : bisa berasal dari Nilam, Cengkeh, Sereh lemon, Sereh Wangi, Sirih, Mentha, Kayu Putih, Gandapura, Jeruk Purut, Karmiem, Krangean, Kemuning, Kenikir, Kunyit, Kunci, Selasih, Kemangi.
  • Dari Bahan Biji : bisa berasal dari Pala, Lada, Seledri, Alpukat, Kapulaga, Klausena, Kasturi, Kosambi.
  • Dari Bahan Buah : bisa berasal dari Adas, Jeruk, Jintan, Kemukus, Anis, Ketumbar.
  • Dari Bahan Bunga : bisa berasal dari Cengkeh, Kenanga, Ylang-ylang, Melati, Enak malam, Cemopaka kuning, Daun seribu, Gandasuli kuning, Srikanta, Angsana, Srigading.
  • Dari Bahan Kulit kayu : bisa berasal dari kayu manis, Akasia, Lawang, Cendana, Masoi, Selasihan, Sintok.
  • Dari Bahan Ranting : bisa berasal dari Cemara gimbul, Cemara kipas.
  • Dari Bahan Rimpang : bisa berasal dari Jahe, Kunyit, Bangel, Baboan, Jeringau, Kencur, Lengkuas, Lempuyang sari, Temu hitam, Temulawak, Temu putri.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih