Langkah Tepat Menentukan Bahan Bakar Untuk Mesin Mobil Anda

By | January 27, 2014

Langkah Tepat Menentukan Bahan Bakar Untuk Mesin Mobil Anda – Gagasan pemerintah untuk lakukan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh kendaraan bermotor sudah menyebabkan bermacam tanggapan, baik pro ataupun kontra. Tetapi, lepas dari berbagai respon itu kita harus tahu ciri-ciri dari type bahan bakar itu, gunanya untuk kendaraan kita, dan spefisikasi mesin mobil kita.

Fakta selama ini tunjukkan apabila mesin yg berkompresi tinggi dipaksakan konsumsi bensin beroktan rendah tak hanya tidak bakal bertenaga, juga lebih boros. “Pasalnya, bahan bakar beroktan rendah tdk gampang terbakar hingga desakan piston untuk menggerakkan engkol mesin juga rendah. Mengakibatkan tenaga loyo, ” papar Hendra Budianta, modifikator mesin di Serpong, Banten, Senin (6/11).

Tidak cuma itu. Pada keadaan ekstrem pemakaian bahan bakar beroktan rendah bisa menyebabkan ledakan prematur. Apabila hal semacam itu berlangsung terus-terusan & dlm waktu lama, maka kepala piston dapat jebol.

Sebaliknya, mesin yg mempunyai kompresi rendah & memakai bahan bakar beroktan tinggi tdk bakal mempunyai dampak pertambahan tenaga dengan kata lain mubazir. Juga, bahan bakar beroktan tinggi yg relatif susah terbakar, bakal makin susah terbakar oleh mesin berspesifikasi seperti itu.

Dapat pula berlangsung, beberapa dari bahan bakar itu alami gagal bakar & ada kemungkinan menyebabkan kerak yg mengganggu performa mesin. “Memang, sebagian besar bahan bakar jenis ditambahi zat aditif pembersih mesin, namun janganlah berspekulasi, ” tandas Hendra.

Lalu langkah seperti apa yg pas untuk menentukan bahan bakar hingga tdk berisiko mengakibatkan kerusakan mesin, namun optimal membuahkan tenaga mesin dan tdk membikin kantong jebol? Dibawah ini Hendra sharing panduan menentukan bahan bakar untuk mesin mobil Anda :

1. Ketahui spesifikasi & ciri-ciri mesin mobil

Biasanya, mobil yg di produksi 1990 dirancang untuk konsumsi bahan bakar dngn oktan diatas 90. Di Indonesia oktan diatas angka itu ada dua, yakni 92 & 95.

Dengan cara umum, pabrikan sudah membuat mobil dngn mesin yg mempunyai rasio kompresi 7 : 1 sampai 9 : 1 cukup konsumsi bahan bakar beroktan 88. Mesin dngn rasio kompresi 9, 1 : 1 hingga dngn 10 : 1 harus konsumsi bahan bakar beroktan 92.

Kira-kira lebih itu, atau rasio kompresi 10 : 1 atau lebih, mesti konsumsi bahan bakar minimum beroktan 95.

 “Tetapi mobil yg sudah dilengkapi tehnologi forced induction berbentuk turbocharger atau supercharger baiknya memakai bahan bakar beroktan tinggi, ” jelas Hendra.

Pasalnya, piranti itu berperan memperbanyak & mempercepat konsumsi angin ke area bakar mesin supaya sistem pembakaran berjalan prima. Banyak konsumsi angin itu jadikan desakan kompresi tinggi.

Apabila mesin dngn rasio kompresi tinggi tetapi di isi bahan bakar beroktan rendah mengakibatkan sistem pembakaran tdk sempurna. Sistem pembakaran seperti itu berlangsung dengan cara spontan & menyebabkan suara keras, tetapi tdk rata. Nada mesin jadi kasar atau ledakan keras.

Apabila ledakan demi ledakan berlangsung keras, gerakkan piston jadi tdk karuan maka sisi atas piston dapat jebol. Juga blok silinder juga rusak lantaran gerakkan itu. Efek setelah itu, bagian-bagain mesin bakal rontok.

2. Hati-hati mencampurkan bahan bakar

Pengalaman selama ini juga menunjukkan pemakaian bahan bakar beroktan tinggi untuk mobil dngn mesin berkompresi rendah tdk bakal punya pengaruh pada tenaga yg dihasilkan. Secara teori, sistem pembakaran di mesin dngn bahan bakar beroktan tinggi bakal sempurna.

Tetapi, hal semacam itu tdk serta merta menaikkan tenaga seperti yg disebut-sebut selama ini. “Kalau juga ada itu cuma sugesti saja, barangkali lantaran sistem pembakaran tambah baik & mesin lebih bersih, ” tutur Hendra.

Begitupun sebaliknya apabila Anda hendak mencampurkan bahan bakar pada bahan bakar beroktan tinggi & rendah, juga tdk bakal mendongkrak tenaga. Pencampuran bahan bakar tersebut cuma bakal menaikkan kecepatan sistem pembakaran & hindari gagal bakar yg menyebabkan terganggunya performa mesin.

Memanglah, pencampuran bahan bakar tdk mengakibatkan kerusakan mesin. Namun dngn catatan, kombinasi itu untuk mesin yg pas dngn bahan bakar beroktan rendah atau oktan 88. “Kalau mesin mesti memakai bahan bakar beroktan tinggi memakai bahan bakar kombinasi lantaran untuk berhemat, piston dapat jebol, ” tandas Hendra.

Seperti di ketahui, pembakaran yg tdk sempurna berlangsung lantaran bahan bakar yg disemburkan ke area bakar tdk terbakar pada waktu yg pas. Kompresi mesin yg tinggi mengakibatkan suhu kombinasi angin & bahan bakar cepat naik atau tinggi, hingga cepat meraih titik panas & meledak.

Itulah yg dimaksud pembakaran awal pre-ignition atau orang kerap menyebutnya auto-ignition, yakni pembakaran prematur. Ledakan tersebut yg mendorong atau tepatnya piston seperti dipukul dngn benda keras, & lama-lama dapat jebol.

3. Ikuti ketentuan dari pabrikan

Untuk langkah antisipasi supaya anda tdk dirongrong oleh mesin mobil Anda lantaran sering rewel atau juga rusak disebabkan pemakaian bahan bakar yg tdk pas, baiknya ikuti ketetapan pemakaian bahan bakar dari pabrikan.

Umumnya, tingkat besaran rasio kompresi mesin tercantum di buku manual atau diperlihatkan melewati sticker yg ditempel pada mesin atau di tutup tangki bahan bakar.

Apabila Anda tetap menentukan bahan bakar beroktan rendah untuk mobil bermesin kompresi & bakal menambahinya dngn zat aditif boleh-boleh saja. Tetapi, janganlah berspekulasi dngn sembarang menentukan. Yakinkan bahan itu aman dngn konsultasi ke ahlinya.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih