Makanan Yang Tidak Dapat Di campur Waktu Dikonsumsi

By | November 30, 2013

Makanan Yang Tidak Dapat Di campur Waktu Dikonsumsi – Berhati-hatilah waktu mencampurkan dua type makanan tidak sama. Karena, percampuran dua type makanan yang kurang pas bisa menyebabkan reaksi jelek pada badan kita. Demikianlah di sampaikan Li Hongyan, pakar gizi senior dari Shanghai Tongmai Food Co. Ltd. Tak hanya bisa mengganggu penyerapan zat-zat penting dalam makanan, percampuran makanan yang kurang pas bisa menyebabkan diare, lanjut Li Hongyan seperti termuat dalam portal resmi pemerintah Cina (china. org. cn).

Jadi, makanan apa sajakah yang perlu diwaspadai tidak untuk di campur?

Pakar gizi Binar Panunggal, S. Gz, MPH yang dimintai konfirmasi mengungkap, biasanya tak ada persoalan mencampurkan bahan makanan satu dengan yang lain. Tetapi diakui, ada bahan makanan spesifik yang memanglah tak direferensikan dikombinasi (atau dikonsumsi dengan cara berdekatan) dengan bahan makanan yang lain. Dibawah ini corelita.com hendak sharing informasi Bahan Makanan yang Baiknya Tak Di campur Waktu Dikonsumsi, ditulis dari Yahoo.

Susu atau makanan sumber kalsium yang lain dengan sayur bayam

Janganlah sempat mencampurkan susu atau sumber kalsium yang lain dengan sayur bayam. “Zat yang ada dalam bayam, yakni asam oksalat, bisa menghalangi penyerapan kalsium, ” tutur Binar yang aktif di organisasi Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI).

Sayur bayam serta teh

Janganlah minum teh sesudah konsumsi sayur bayam. “Makan bayam lalu minum teh memanglah tak disarankan. Karena, didalam teh ada zat yang menghalangi penyerapan zat besi, ” jelas Binar.

Sayur serta Kopi

Janganlah minum kopi selesai makan sayur. Karena penyerapan zat besi akan terhalang disebabkan kopi.

Tahu serta bayam

 “Tahu serta bayam, artinya masing-masing memiliki kandungan protein serta zat besi. Protein serta asam besi tak saling menghalangi absorbsi (penyerapan). Cuma saja, bayam memiliki kandungan asam oksalat yang bisa menghalangi penyerapan kalsium, ” jelas Binar.

Selanjutnya Binar menuturkan, dalam memproses makanan, yang dianjurkan di perhatikan malah bagaimana perlakuan pada bahan makanan saat sebelum memasaknya. Diluar itu, cermati keamanan waktu lakukan sistem pengolahan makanan.

Tentang perlakuan pada makanan, ia mencontohkan, ”Apakah bahan makanan tadi dicuci saat sebelum dimasak atau tak? ”

Makanan yang aman untuk badan kita baiknya dimasak saat sebelum dikonsumsi. Tetapi, apabila sistem pengolahannya tak benar, zat gizi tak bisa terserap dengan cara sempurna.

 “Sebagai perumpamaan, bila kita buat sop serta wortelnya tetap keras, demikian masuk ke dalam badan, vitamin A yang ada dalam wortel tak dapat terserap dengan cara optimal, ” tandasnya.

Sebaliknya, apabila sistem memasaknya terlampau lama, sebagian zat penting seperti vitamin A serta C bakal rusak. Inilah yang disebut dengan perlakukan pada bahan makanan dan cara memprosesnya.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih