Manfaat Periksa Fungsi Hati Anda

By | February 14, 2013

Manfaat Periksa Fungsi Hati Anda – corelita.com –┬áSakit hati berikut tidaklah disebabkan putus cinta maupun kesal dgn seseorang, namun termasuk problem yg dialami organ hati yg ada di dalam tubuh manusia. Hati yang mempunyai beragam kegunaan bisa menderita masalah yg mengganggu kehidupan. Supaya terlepas dari beragam masalah pada organ tersebut, pemeriksaan secara dini terhadap fungsi hati wajib diterapkan.

Fungsi Hati

Hati di dalam manusia mempunyai fungsi yg banyak, kurang lebih 500 kegunaan hati. Sejumlah fungsi hati dalam bermanfaat yaitu menetralisir racun di dalam tubuh yang merupakan organ yg mengontrol lemak, asam amino serta kadar gula di dalam darah, memerangi infeksi, memproses makanan yg telah selesai dicerna dari usus halus, mengelola kerja empedu, menghasilkan enzim serta protein yang bermanfaat buat bermacam proses di dalam tubuh semacam di dalam proses pembekuan darah serta perbaikan jaringan tubuh yg rusak.

Fungsi hati pada umumnya selalu bisa berfungsi dgn bagus tanpa dipengaruhi faktor umur. Akan tetapi, sejumlah “musuh” yg bisa merusak hati yaitu disebabkan konsumsi alkohol yg berlebihan, perlemakan hati serta virus hepatitis yg menginfeksi hati. Pemeriksaan dini terhadap fungsi hati bisa menyelamatkan hati supaya bisa selalu menjalankan fungsinya.

Pemeriksaan Fungsi Hati

Pemeriksaan terhadap fungsi hati secara umum meliputi Alanine aminotransferase (ALT), Aspartarte aminotransferase (AST), Alkaline phosphatase (ALP), Gamma glutamyl transferase (GGT maupun Gamma GT), Bilirubin, Albumin, pemeriksaan massa prothrombin (PT) serta International Normalised Ratio (INR).

Tiap-tiap pemeriksaan itu jadi petunjuk buat mengenal apakah ada kendala di dalam fungsi hati atau tdk. Hasil yg bakal didapatkan dari pemeriksaan yg sudah dijelaskan sebelumnya yaitu:

  1. Alanine aminotransferase (ALT) serta Aspartarte aminotransferase (AST)
    Pemeriksaan Alanine aminotransferase (ALT) dan Aspartarte aminotransferase (AST) bertujuan buat mengenal inflamasi yg timbul di dalam tubuh. Angka yg tinggi pada umumnya jadi indikasi munculnya gangguan hati. Pada penderita hepatitis, nilai ALT 20-50 kali lebih tinggi dibanding di orang yg normal. Nilai AST yg tinggi membuktikan munculnya gangguan otot di dalam salah satu bagian tubuh.
  2. Alkaline phosphatase (ALP)
    Pemeriksaan Alkaline phosphatase (ALP), bertujuan supaya mengenal apa ada sumbatan di dalam saluran empedu.
  3. Gamma glutamyl transferase (GGT maupun Gamma GT)
    Pemeriksaan Gamma glutamyl transferase (GGT maupun Gamma GT), bertujuan menjadi indikator buat para pengguna alkohol. Pemeriksaan GGT tersebut lumrah diterapkan bersamaan dgn pemeriksaan ALP buat meyakinkan bahwa pertambahan angka di dalam ALP disebabkan lantaran munculnya masalah di dalam hati, tidak disebabkan faktor lainnya.
  4. Bilirubin
    Pemeriksaan Bilirubin, bertujuan buat mengenal kadar “penyakit kuning” dikarenakan gangguan di dalam hati. Angka yg tinggi menggambarkan bahwa pasien menderita gangguan tersebut dimana biasa ditandai dgn mata serta kulit yg jadi kuning.
  5. Albumin
    Pemeriksaan Albumin, bertujuan buat mengenal penurunan kadar albumin yg lumrah timbul di dalam penyakit hati kronik. Namun, penurunan albumin pun dapat disebabkan lantaran kekurangan protein.
  6. Massa Prothrombin (PT) serta International Normalised Ratio (INR)
    Pemeriksaan Massa Prothrombin (PT) serta International Normalised Ratio (INR), bertujuan sebagai indikasi apa penyakit hati kian lama kian buruk atau tdk. Peningkatan angka membuktikan penyakit kronik jadi makin buruk.

Bila muncul kecurigaan penderita menderita kanker hati, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Seperti, pemeriksaan kadar protein di dalam darah yg disebut Alpha fetoprotein (AFP). Pertambahan nilai AFP membuktikan tingkat parahnya kanker hati yg diderita, sedangkan penurunan nilai AFP menujukkan menjinaknya kanker disebabkan pengobatan yg sukses. Pemeriksaan tersebut benar-benar penting untuk penderita kanker buat memantau efektivitas pengobatan yg tengah dikerjakan. Untuk penderita kanker bilier, pemeriksaan yg biasa diterapkan yaitu CA 19-9 serta CEA.

Pemeriksaan hati yg rutin benar-benar bagus buat menentukan supaya organ tersebut bisa tetap bekerja secara maksimum. Hindari sakit hati dgn menjalankan pemeriksaan fungsi hati sebelum terlambat.