Manfaat Umum dan Khasiat dari Bawang Merah

By | September 11, 2012

Manfaat Umum dan Khasiat dari Bawang Merah  – corelita.com – Bawang merah lazim dikonsumsi sebagai bumbu atau pelengkap masakan. Hampir semua jenis masakan ditanah air ini senantiasa menyertakan bawang merah sebagai penambah cita rasa. Penggunaan lainnya yakni sebagai obat tradisional dan kegunaan-kegunaan lain yang cukup penting. Jadi, wajarlah jika bawang merah sering disebut sebagai umbi ‘multiguna’.

Bawang merah mengandung senyawa asam glutamat, yang merupakan natural essence (penguat rasa alamiah). Senyawa inilah yang menyebabkan masakan menjadi lebih enak dan lezat. Selain itu, terdapat juga senyawa propil disulfida dan propil metil-disulfida yang mudah menguap, apalagi jika mengalami pemanasan, menimbulkan aroma yang mengundang selera.

Kandungan gizi umbi bawang merah cukup tinggi dan sangat baik untuk menjaga kesehatan badan. Para pekerja yang membangun piramida pada zaman Mesir Kuno, konon selalu mengkonsumsi bawang merah sebagai menu utama mereka. Khasiatnya memang dapat dibuktikan.

Para pekerja tersebut pada umumnya tetap kuat dan sehat walaupun harus bekerja sangat keras di bawah tekanan Khasiat Bawang Merah tirani Fir’aun.

Dewasa ini, sebagian masyarakat telah lazim menggunakan dan mengonsumsi bawang merah mentah sebagai bagian dan menu diet, dalam rangka menjalani terapi menggunakan makanan (food therapy). Terapi terutama dijalani oleh para pendenta penyakit degeneratif; seperti penyakit akibat adanva gangguan kardiovaskuler, hipertensi, stroke, gangguan fungsi ginjal, diabetes meithis, kanker, maupun obesitas.

Kandungan zat-zat gizi yang terdapat dalam bawang merah dapat membantu sistem peredaran darah maupun. sistem pencemaan tubuh. Hal ini memungkinkan organ organ dan jaringan tubuh dapat kembali berfungsi dengan baik. Demikian juga dengan sistem ekskresi, regulasi, maupun koordinasi. Senyawa aktif yang terdapat dalam bawang merah juga turut berperan dalam menetralkan zat-zat toksik yang berbahaya. dan membantu mengeluarkannya dan dalam tubuh. Dalarn hal ini, manfaat yang cukup penting dari umbi bawang merah adalah peranannya sebagai antioksidan alami, yang mampu menekan efek karsinogenik dan senyawa radikal bebas.

Hasil penelitian membuktikan bahwa masyarakat Tiongkok, yang tercatat memiliki kebiasaan mengkonsumsi bawang merah, beresiko lebib kecil terkena penyakit degeneratif seperti kanker kolon, yakni setengah kali lipat dibandingkan negara-negara lainnya yang sedikit mengkonsumsi bawang merah. Hal serupa dialami oleh masyarakat di pedesaan yang terbiasa mengonsumsi bawang merah segar sebagai bagian dan menu kudapan mereka.

Sejak zaman dahulu, bawang merah merupakan bahan yang sudah akrab dengan masyarakat dan banyak dipakai dalam keperluan sehari-hari. Menurut Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma (2004), hampir setiap ibu rumah tangga memanfaatkan bawang merah sebagai penyedap rasa masakan. Namun sayang, belum banyak masyarakat yang mengenal kandungan zat-zat efektif di dalamnya sehingga pemanfaatannya untuk menyembuhkan penyakit juga masih terbatas.

Sebagai bahan obat tradisional, bawang merah sering digunakan secara tunggal ataupun dipadukan bersama bawang putih atau dengan bahan-bahan lain yang memiliki fungsi saling menguatkan dan melengkapi. Seorang herbalis Belanda, Ny. Kloppenburg Versteegh, banyak menuturkan pengalamannya mengenai penggunaan bawang merah sebagai bahan obat tradisional untuk menyemuhkan penyakit.

Di samping sebagai obat, umbi bawang merah juga dapat diekstrak untuk menghasilkan minyak esensial yang lazim disebut sebagai ‘onion oil’. Minyak esensial ini digunakan untuk aroma terapi, antara lain untuk memperbaiki gangguan pencernaan, meningkatkan selera makan, mengobati perut kembung, mual, dan maag, membunuh cacing di dalam perut, mengobati disentri, serta mengatasi hipertensi dan penyakit hati.