Memahami Skema rangkaian Lampu LED (Light Emitting Diode)

By | December 19, 2013

Memahami Skema rangkaian Lampu LED (Light Emitting Diode) – Skema rangkaian lampu LED kerap anda butuhkan dlm membuat indikator suatu piranti maupun sbg alat penerangan darurat. Skema rangkaian lampu LED pada gambar di bawah bisa dipakai sbg acuan maupun rekomendasi dlm membuat lampu memakai LED (Light Emitting Diode). Pada dasarnya skema rangkaian lampu LED benar-benar sederhana, yakni terbagi dalam sumber tegangan/voltage (baterai maupun atau sumber tegangan/voltage lain), resistor (sbg penahan arus) & LED (sbg beban yg bakal dihidupkan). Saat sebelum membuat skema rangkaian lampu LED butuh di ketahui konstruksi fisik maupun wujud komponen LED itu supaya tdk salah memastikan kaki LED. Dibawah ini gambar fisik & lambang LED.

Wujud Dan Lambang LED (Light Emitting Diode)

Dari gambar & lambang LED di atas anda bisa membedakan kiki LED yakni kaki anoda & kaki katoda. Kaki anoda di skema rangkaian LED mesti dihubungkan ke sumber positif & kaki katoda dihubungkan ke sumber tegangan/voltage negatif. Skema rangkaian lampu LED seperti diterangkan di atas terbagi dalam sumber tagangan, resistor & LED. Skema rangkaian dasar lampu LED supaya LED bisa menyala & tdk rusak bisa disimak di skema rangkaian dasar lampu LED dibawah ini.

Skema rangkaian Dasar Lampu LED

Dari skema rangkaian dasar lampu LED di atas dipasang suatu resistor yg berperan untuk menahan arus yg mengalir ke LED. resistor tersebut dipasang lantaran LED cuma bisa dialiri arus maksimum 20 mA saja, jika lebih dari 20 mA itu maka LED bakal putus maupun mati. untuk menetukan nilai resistor itu bisa dihitung dngn rumus dibawah ini.

R = (Vs – 2 volt)/0, o2 A

Di mana :

R = Resistor/hambatan dengan ukuran (Ohm)

Vs = Tegangan/voltage sumber untuk menyalakan LED (volt)

0, 02 Ampere = arus maksimum LED

LED di skema rangkaian lampu LED di atas bisa diparalel maupun seri, jika memakai LED lebih dari satu maka nilai resistor & banyak resistor yg dipasang ikuti bentuk skema rangkaian yg digiunakan, yg dianjurkan arus maksimum yg mengalir di LED yaitu 20 mA. Makin besar tegangan/voltage sumber maka makin besar juga nilai resistansi resistor yg dipakai.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih