Panduan Serta Langkah Melintasi Medan Basah Waktu Berkendara Dimusim Hujan

By | September 10, 2013

Panduan Serta Langkah Melintasi Medan Basah Waktu Berkendara Dimusim Hujan – Berkendara waktu musim hujan memanglah sebaiknya hati-hati, keadaan aspal yg basah dapat amat gampang bikin ban sepeda motor anda terpeleset serta dapat menyebabkan kecelakaan.

Didalam postingan saat ini corelita.com hendak coba sharing info panduan buat kamu yg kerap berkendara waktu hujan atau keadaan jalur yg basah yakni panduan serta langkah melintasi medan basah waktu berkendara, dibawah ini adalah info lengkapnya.

Hadapi jalur basah serta licin, terlebih waktu hujan, diperlukan kewaspadaan serta kehati-hatian yg cukup tinggi. Menurut ahmad jayadi, intrukstur racing honda, pemahaman kekuatan fisik serta motor amat mendukung keamanan serta kenyamanan di jalur.

Waktu melintasi jalur basah serta licin, baiknya membatasi kecepatan motor. Batas speed yg diperkenankan lebih kurang 70-80 km/jam utk jarak tempuh luar kota. Janganlah lupa cermati tekanan angin ban. Pada jalur basah serta digenangi air, tekanan yg disarankan yaitu 28 psi di depan serta 29 psi di belakang. Saran ini butuh dikerjakan supaya traksi ban maksimal serta handling terus stabil.

Hadapi jalur basah atau tergenang air, sikap atau posisi pengendaraan yg baik yaitu membentuk huruf v. Ke-2 tangan harus kaku, agar menolong stabilitas tekanan pada setang kemudi waktu melintasi lubang yg tak tampak, ataupun menangani tikungan.

Posisi kaki benar-benar menginjak mantap pedal footstep. Namun jari-jari pada posisi standby di tuas rem dan kopling. Handling yg maksimal menolong pengendalian motor stabil. Waktu hadapi keadaan gawat, baiknya tak lakukan hard braking dng rem depan ataupun belakang. Dikarenakan pengurangan kecepatan drastis dibarengi pengereman mendadak bisa mengakibatkan slip serta bikin motor tergelincir.

Soft braking baiknya dikerjakan dengan cara berbarengan. Menarik ke-2 tuas rem berbarengan dengan cara perlahan berikan dampak pengereman lebih safe. Bila lubang tetap tampak dari jauh, maka bisa dikerjakan pengereman dengan cara bertahap. Bila mendadak, maka segera kurangi kecepatan serta memegang grip setang dng kuat dan berikan penekanan pada setir.

Jaga jarak safe ( keep distance ) antar motor bila touring dengan cara rombongan. Jarak ideal antar motor yg disarankan pada keadaan hujan lebih kurang 2 mtr.. Posisi antar motor zig-zag tak didalam posisi sebaris. Begitu juga pada saat melewati tikungan. Waktu menikung, baiknya kerjakan dengan cara normal serta tak mendadak. Posisi kemiringan tubuh berangsur ikuti kemiringan motor.

Tidak kalah penting, bila motorist membawa beban tambahan atau penumpang, terlebih waktu membawa boncenger, posisi membonceng yg baik serta benar amat mempengaruhi handling. Jarak pembonceng dng riders mesti melekat dekat, ke-2 tangan memeluk tubuh riders, serta posisi badan ikuti handling tubuh riders.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih