Pembayaran Tunjangan Sertifikasi Guru Masih Kacau

By | August 22, 2013

Pembayaran Tunjangan Sertifikasi Guru Masih Kacau – Masalah pencairan tunjangan sertifikasi hingga saat ini belum beres. Pengurus Besar Persatuan Guru Republic Indonesia ( PB PGRI ) terus terima laporan masalah pencairan tunjangan kebudayaan ( Kemendikbud ) turun ke daerah-daerah dalam upaya guna menuntaskan urusan ini. Ketua umum PB PGRI Sulistyo tempo hari membeber beberapa pengaduan masalah tunjangan sertifikasi guru yang masuk dari daerah-daerah. SMS pengaduan Seperti ini tidak satu atau 2 x.

Namun tiap-tiap hari nyaris senantiasa ada, tuturnya di jakarta tempo hari.Menurut pgri belum ada langkah nyata yang di ambil pemerintah untuk membereskan masalah pencairan tunjangan sertifikasi yang belum kelar ini. Salah satunya keluhan yang di terima sulistyo datang dari lokasi jepara, daerah Jawa tengah. Sulistyo menuturkan masih banyak guru di jepara banyak yang belum terima tunjangan sertifikasi guru untuk periode januari sampai juni 2013. Guru kelimpungan dikarenakan tunjangan sertifikasi dapat digunakan untuk menolong masalah biaya kuliah serta yang lain, tutur sulistyo.

Laporan lain juga nampak dari lokasi Klaten, Jawa Tengah. Beberapa guru cuma terima tunjangan profesi untuk tiga Bln. ( Januari-Maret 2013 ). Namun yang membuat janggal yaitu, beberapa guru itu diminta untuk tanda tangan pencairan tunjangan profesi sepanjang enam bln. (Januari-Juni 2013). PGRI bakal menelusuri selanjutnya, adakah unsur penggelapan didalam pencairan tunjangan ini.

Menurut sulistyo masalah pencairan tunjangan profesi guru ini beres, bila Kemendikbud menggerakkan sistem manajemen guru yang baik. Dia menyebutkan kebijakan urusan guru serta tenaga kependidikan yang lain mesti dikerjakan oleh direktorat jenderal tersendiri. Sekarang ini urusan guru terpecah-pecah di beberapa direktorat Jenderal. Ada yang turut di pendidikan anak usia dini ( paud ), dasar ( dikdas ), serta pendidikan menengah ( dikmen ).

Direktur pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan ( P2TK ) dikdas kemendikbud sumarna surapranata menyebutkan kemendikbud terus berusaha memperbaiki sistem pemberian tunjangan profesi pada Guru. Bila ada masalah keterlambatan, dia menyebutkan murni dikarenakan urusan verifikasi dokumen. Seperti diketahui, guru yang memiliki hak memperloleh tunjangan sertifikasi yaitu mereka yang memegang sertifikat Guru profesional serta mengajar sepanjang 24 jam tatap muka didalam satu minggu.

Pejabat yang akrab disapa pranata itu juga menyebutkan pembenahan pemberian tunjangan sertifikasi juga akan diaplikasikan untuk guru swasta. Dalam waktu dekade ini nominal tunjangan profesi guru swasta dipukul rata sebesar rp 1, 5 juta per bln.. Karenanya ada program penyetaraan guru swasta seperti guru pns, kedepannya besaran tunjangan sertifikasi ikuti golongan kesetaraan.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih