Pengertian serta Manfaat Rem ABS

By | December 8, 2013

Pengertian serta Manfaat Rem ABS  – System rem anti terkunci atau anti-lock braking system (ABS) adalah system pengereman pada mobil supaya tak berlangsung penguncian roda saat berlangsung pengereman mendadak/keras. System ini bekerja jika pada mobil berlangsung pengereman keras hingga salah sebagian atau seluruh roda berhenti sementara mobil tetap melaju, bikin kendaraan tak teratasi samasekali. Saat sensornya mendeteksi ada roda mengunci, ia bakal memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan, lalu mengeraskannya kembali begitu roda berputar. Sistem itu berjalan amat cepat, dapat capai 15 kali/detik. Dampaknya yaitu mobil terus bisa dikendalikan serta jarak pengereman semakin efisien.

Kegunaan Feature ABS

Kekeliruan persepsi pada manfaat rem mengakibatkan rendahnya pemahaman customer pada manfaat rem ABS (Anti-lock Braking Sistem). Karenanya, tidak mengherankan apabila ada banyak customer mobil yang berasumsi remeh manfaat feature rem ABS. Walau sebenarnya, feature ABS benar-benar besar manfaatnya untuk keselamatan berkendara, terlebih waktu pengereman mendadak,  terutama dilakukan di jalan yang licin.

Hingga detik ini juga banyak diantara pengemudi yang mengerti rem untuk penghenti laju kendaraan. Walau sebenarnya, manfaat rem hanya kurangi putaran roda. Coba Anda pikirkan, kenapa mobil yang lari kencang tetap meluncur saat rem telah diinjak sedemikian dalamnya. Terlebih apabila dikerjakan dalam keadaan lintasan basah atau berpasir.

Pemicu tetap meluncurnya mobil sesudah di rem bukan hanya lantaran roda yang tetap berputar, namun disebabkan style sentrifugal. Makin kencang gerakan mobil maka makin besar potensi style sentrifugal yang diterimanya saat dikerjakan penghentian mendadak. Pada mobil tanpa feature ABS style sentrifugal yang besar juga dapat menyeret ban yang terkunci oleh rem.

Dampak dari style sentrifugal memanglah cuma melempar mobil lurus ke depan. Tetapi dapat dibayangkan, bagaimana apabila saat style sentrifugal di terima mobil posisi roda depan tengah dalam situasi miring. Ya, mobil bakal meluncur tidak teratasi, juga paling fatal menyebabkan mobil terbalik.

Untuk kurangi style sentrifugal tersebut maka tercipta rem ABS. Tetapi jauh saat sebelum ABS ditemukan beberapa pembalap sudah mengaplikasikan prinsif kerja rem ABS dengan cara manual. Beberapa pembalap umumnya lakukan pengereman dari kecepatan tinggi lewat cara menekan pedal rem dengan cara bertahap, dalam reflek tinggi serta bobot desakan yang berlainan.

Pengemudi awam sering mengerti cara ini dengan bertindak “mengocok” rem. Tetapi hampir sebagian besar dari mereka salah menerapkannya. Alhasil, tidak ada kegunaan dari perbuatannya itu.

Sebenarnya, yang dikerjakan pembalap tempo dahulu ( saat sebelum ditemukan ABS) sama juga dengan prinsip simpel kerja feature ABS. ABS lakukan pengurangan laju dengan cara gradual dengan pengereman bertahap. Cara kerjanya dikontrol dengan cara mekanis. Tujuannya, untuk hindari roda terkunci, hingga potensi style sentrifugal yang bakal mendorong mobil turut terkurangi.

Pada mobil-mobil mahal, system ABS telah dikontrol oleh tehnologi komputer yang cerdas. Sebagian mobil mutakhir juga dapat mengontrol besaran desakan rem yang diperlukan untuk tiap-tiap roda.

Tetapi kadang-kadang, tiada di sadari, banyak pengendara mobil berfitur ABS tetap memperlakukan style pengereman “mengocok”. Tindakan ini sekalipun tak diperlukan. Sebaliknya apabila hal semacam ini dikerjakan maka cuma bakal membingungkan sensor ABS yang pada ujungnya kurangi sensitifitas pengereman.

Jadi, apabila Anda hendak beli mobil pikirkan fungsi feature ABS. Lagi pula apa ruginya menaikkan uang untuk suatu system yang bakal berikan keselamatan untuk Anda serta keluarga?

Cara Kerja Rem ABS dan Perangkat Pendukung EBD

Inspirasi di balik tehnologi ABS pada prinsipnya simpel. Umumnya waktu rem diinjak secara penuh, ke empat roda kendaraan bakal segera mengunci. Kemudian, mobil meluncur lurus ke depan tidak dapat dikendalikan dalam posisi membelok. Ketidakstabilan tersebut yang kerap berlangsung pada system rem nonABS. Hal seperti itu, pasti menyebabkan resiko kecelakaan, terlebih apabila di depannya ada halangan.

Lain lagi dengan system ABS. Rem ini dirancang anti mengunci dengan tujuan untuk menghindar selip. Diluar itu, menolong pengemudi memantapkan kendali pada setir dalam kondisi pengereman mendadak. Dengan kata lain, ABS menghindar roda kendaraan untuk mengunci, kurangi jarak yang dibutuhkan untuk berhenti serta melakukan perbaikan pengendalian pengemudi di waktu pengereman mendadak.

Sistem kerja ABS, yakni waktu pengemudi menginjak rem, ke empat roda segera mengunci. Tetapi, waktu pengemudi tiba-tiba membelokkan setir ke kiri atau ke kanan komputer dengan cara automatis melepas roda yang terkunci. Dengan system itu, maka mobil dapat dikendalikan serta dihentikan, sekalian hindari halangan di depannya.

Cara kerja ABS yaitu kurangi tekanan tiba-tiba minyak/oli rem pada kaliper kanvas yang menjepit piringan rem atau teromol. Tekanan minyak rem disalurkan dengan cara bertahap. Hingga dengan cara perlahan kendaraan bisa dihentikan waktu pengereman mendadak.

Dalam perubahannya system ABS nyatanya di anggap belum cukup, hingga beberapa ahli otomotif juga meningkatkan tehnologi pendukungnya. Perangkat itu dinamakan EBD yang dirancang dengan tujuan memperpendek jarak pengereman yakni waktu rem diinjak hingga mobil betul-betul berhenti. EBD bekerja dengan menggunakan sensor yang memantau beban pada setiap roda. Sistem kerjanya, bila rem diinjak, maka komputer bakal membagi tekanan ke tiap-tiap roda sama sesuai dengan beban yang dipikulnya. Efeknya jarak pengereman jadi makin pendek.

Ke-2 perangkat ABS serta EBD sama-sama bekerja bersama untuk menambah keselamatan. Sensor yang ada pada tiap-tiap roda memantau kapan roda terkunci waktu pengereman. Tiap-tiap sensor berikan tanda ke perangkat EBD untuk mengatur kapan mesti melepas desakan hidrolis atau berikan tekanan kembali dalam tempo singkat.

Saat rem diinjak serta roda berputar lambat, unit EBD memastikan roda mana yang bakal mengunci. Unit EBD lalu berikan tanda untuk kurangi tekanan pengereman supaya roda kembali berputar, sampai menghindar roda mengunci.

Tehnologi rem berkembang makin mutakhir. Rem tak akan cuma berperan pada waktu pengemudi menginjak pedal. Tehnologi itu dimaksud electronic stability program (ESP), atau traction control.

Sensor spesial dipasang untuk mengontrol rotasi masing-masing roda. Bila suatu roda alami spin (berputar lebih cepat lantaran roda tak menapak di permukaan jalur/tanah), maka rem bakal lekas menghentikan roda itu. Setelah itu torsi dipindahkan ke roda-roda yang menapak lebih baik, hingga roda yang alami spin berperan kembali. Rem akan berperan waktu mobil alami understeer (terlambat menikung hingga mobil keluar jalur) atau oversteer (menikung terlampau cepat hingga melintir).

Pengereman ABS VS Non-ABS : Cermati jarak pengereman

Jarak pengereman dalam keadaan jalan kering serta basah pasti tidak sama. Kami juga mencari tahu sejauh apa perbedaannya dengan mobil ber-ABS serta tanpa system rem pandai ini…

Kita tak sempat tahu apa yang bakal berlangsung di jalan. Kewaspadaan pengemudi pasti jadi poin utama dalam mengemudi. Hingga saat hadapi keadaan yg tidak terduga, Anda juga telah siap merespons.

Tetapi tak hanya waspada saat mengemudi, mengetahui mobil Anda juga dianjurkan. Seperti tahu system rem yang dipakai di mobil serta ciri-ciri mobil saat mengerem.

Biasanya mobil waktu ini dilengkapi rem cakram di ke-2 roda depan serta teromol di belakang. Ada juga yang memakai rem cakram di ke empat rodanya. Diluar itu butuh juga di ketahui, apakah mobil yang Anda pakai telah mengaplikasi Anti Lock Braking Sistem (ABS) atau tdk.

Perbedaan-perbedaan ini bikin jarak pengereman tiap-tiap mobil jadi tidak sama. Diluar itu, ada sebagian factor lain yang juga punya pengaruh pada pengereman. Yakni bobot kendaraan termasuk beban yang diangkut, kecepatan kendaraan, wujud serta profil ban, keadaan jalan, dan tehnik pengereman.

Nah, kami tertarik untuk menunjukkan perbedaan jarak pengereman aktual pada keadaan kering serta basah dengan kecepatan 50 km/jam serta 80 km/jam. Untuk tunjukkan perbedaan hasil pengereman ini kami juga memakai dua mobil yang tidak sama.

Unit pertama yaitu Toyota Vios G dengan rem ber-ABS serta bobot kosong 1. 050 kg. Sementara satu lagi yaitu Toyota Yaris J untuk mobil tiada ABS yang mempunyai bobot kosong 1. 040 kg. Supaya hasil pengukuran ini akurat, kami memakai alat ukur Vericom VC3000 serta pengetesan kami kerjakan di Bridgestone Proving Ground di Karawang, Jawa Barat.

REM BER-ABS

PERANTI ABS (Anti-lock Braking Sistem) bermanfaat untuk meminimalkan kemungkinan roda mengunci saat lakukan pengereman keras. Dengan demikian mobil tetap dapat diarahkan untuk manuver menghindar.

System rem ABS ini terintegrasi dengan komputer . Saat pengemudi menginjak penuh pedal rem, sensor kecepatan ABS di tiap-tiap roda bakal membaca apakah ban mengunci atau tdk.

Lantaran berperan untuk menghindar roda tak terkunci, komputer bakal mengatur tekanan hidraulis yang di terima oleh piston di kaliper rem. Itu sebabnya Anda bakal rasakan tendangan balik pada pedal rem waktu pengereman mendadak (panic brake) pada mobil ber-ABS.

Dari kecepatan 50 km/jam di jalur kering, jarak pengereman sampai berhenti keseluruhan yang diperlukan Vios yaitu 9, 6 mtr. dengan waktu 1, 36 detik. Sementara jarak pengereman dari kecepatan 80 km/jam membutuhkan 26, 7 mtr. dalam 2, 18 detik.

Pada pengerema di jalan basah, Vios memerlukan jarak 10, 5 mtr. dengan 1, 73 detik untuk berhenti keseluruhan dari kecepatan 50 km/jam. Ini artinya lebih jauh 0, 9 mtr. dari keadaan kering.

Dengan kecepatan lebih tinggi yakni 80 km/jam, Small Sedan ini memerlukan jarak 28, 48 mtr. serta waktu 2, 44 detik, atau berselisih 1, 78 mtr. dari keadaan kering. Hasil yang lain, system ABS bikin mobil tak terindikasi membuang atau melintir baik di lintasan basah ataupun kering.

REM NON-ABS

PENGEREMAN mendadak pada mobil yg tidak memakai ABS lebih memerlukan pengendalian dari pengemudi daripada rem ber-ABS. Lewat cara pengereman yang sama, baik pada keadaan kering ataupun basah, kami mengerem kuat sembari melindungi supaya roda tak mengunci. Cara pengereman ini dimaksud threshold.

Hasil tes kami di lintasan kering tunjukkan jarak pengereman paling baik Yaris yang kami peroleh dari kecepatan 50 km/jam yaitu 13, 4 mtr. dengan saat 1, 49 detik. Sedang untuk berhenti dari kecepatan 80 km/jam, jarak yang diperlukan yaitu 28, 9 m dalam 2, 33 detik.

Sementara pengereman pada kecepatan 50 km/jam di lintasan basah, Yaris tetap dapat melindungi posisi tubuh lurus. Jarak pengereman terbaiknya yaitu 14, 4 mtr. dalam 1, 96 detik atau lebih jauh 1 mtr. dari pengereman di jalan kering.

Tetapi saat kecepatan kami tingkatkan jadi 80 km/jam, jarak pengereman paling baik Yaris meraih 31, 3 mtr. dalam 2, 64 detik atau lebih jauh 2, 4 mtr..

Untuk data pembanding, kami juga lakukan pengereman dari kecepatan 80 km/jam sampai ban mengunci. Nyatanya tak hanya gerakan bodi Yaris buang ke arah kanan, jarak pengeremannya juga lebih jauh 8, 8 mtr. dengan 40, 1 mtr..

KESIMPULAN

Pengetesan yang kami kerjakan ini bisa berikan deskripsi keadaan berkendara sehari-hari serta bukan hanya untuk memperbandingkan data yang didapat Vios serta Yaris.

Karena ada banyak hal yang bisa jadikan patokan. Seperti pentingnya mengatur jarak aman dengan kendaraan di depan, dengan lihat dibutuhkannya jarak pengereman untuk membuat mobil berhenti dari kecepatan tertentu.

Diluar itu juga tidak kalah dianjurkan yaitu tahu system rem yang dipakai supaya kita dapat sesuaikan tehnik pengereman sesuai keperluan. Tetap ada factor lain yaitu reaksi pengemudi pada kondisi darurat yang berkisar pada 0, 5-1 detik.

Begitupun dengan penyusunan kecepatan saat hujan yang lebih rendah daripada keadaan kering. Soalnya jarak pengereman yang dicapai di lintasan basah dapat dibuktikan lebih jauh dari lintasan kering.

Jadi, penyusunan jarak aman dengan kendaraan di depan di jalan bebas hambatan lebih kurang 3 detik telah cukup cukup untuk lakukan pengereman. Sesaat waktu hujan, baiknya jarak ini diperlebar jadi 5 detik.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih