Tentang Imperium Romawi

By | December 30, 2013

Tentang Imperium Romawi – Tampilnya Octavianus untuk konsul atas semua Romawi menandai dimulainya zaman imperium Romawi sekalian berakhirnya zaman republik Romawi. Senat dijadikannya untuk patner pemerintahan yang tugas-tugasnya sesuai dengan kehendaknya. Karena, hak-hak prerogatif senat berpindah ke tangan Octavianus. Untuk mengukuhkan diri untuk penguasa tunggal Senat berikan Octavianus gelar princips civitatis atau warga negara pertama. Senat juga menentukan dia untuk tribunicia potestas atau penguasa tunggal atas tribune-tribune serta mempunyai hak veto undang-undang yang di buat senat.

Th. 12 SM dia juga jadi pontifex maximus atau pemimpin agama. Sumber utama kekuasaannya yaitu untuk komandan angkatan bersenjata Romawi. Gelarnya untuk imperator, (penghargaan orang Romawi pada jenderal yang memenangkan perang), jadikan Octavianus untuk penguasa atas semua unsur pemerintahan atau dikatakan sebagai emperor atau kaisar. Oleh senat dia juga di beri gelar Augustus atau yang paling tinggi.

Dengan system pemerintahan yang baru, Imperium alami zaman keemasan. Lokasi imperium meluas ke barat seperti Spanyol, Perancis, perbatasan Sungai Rhein di Utara, lokasi Sungai Danube di Balkan hingga bangsa barbar di lokasi yang ditaklukkannya memperoleh dampak peradaban Romawi. Seperti koloni-koloni Julius Caesar, koloni-koloni Octavianus Augustus jadi alat penting untuk penyebaran bhs serta budaya Romawi. Zaman dari kekuasaan Augustus serta 200 th. lalu dikatakan sebagai Pax Romana atau zaman perdamaian.

Sepanjang 200 th. alami perdamaian, Romawi silih bertukar diperintah oleh sebagian kaisar yang tiap-tiap mempunyai ciri pemerintahan sendiri. Agama Kristen menyebar di Romawi yang pertama kali dikenalkan oleh Jesus Kristus (Nabi Isa) yang lahir di Bethlehem, Judea, provinsi Romawi pada saat Octavianus berkuasa. Pada zaman Kaisar Claudius (41-54 M) Inggris ada dibawah kontrol Romawi hingga peradaban Romawi seperti kebiasaan istiadat, bhs Latin serta kesusastraan masuk ke Inggris. Zaman perdamaian selesai sepeninggalnya Kaisar Marcus Aurelius (161-180 M) yang ditandai dengan perang-perang sipil perebutan tahta.

Peperangan serta aksi politik kaisar setelah itu mengakibatkan pecahnya lokasi imperium. Untuk kurangi kerumitan mengatur imperium yang luas kaisar Diocletianus (284-305) mengangkat kaisar lain untuk berkuasa di lokasi barat, sedang dia sendiri berkuasa di lokasi timur. Kaisar Constantine (312-337 M) yaitu kaisar yang pertama yang memindahkan ibukota Romawi ke Bizantium serta menamakannya untuk Constantinopel (saat ini Istanbul). Momen ini adalah awal perpecahan Romawi.

Pada th. 400 M Imperium Romawi betul-betul terbagi jadi dua, yakni Imperium Romawi Barat dengan ibu kota Roma serta Imperium Romawi Timur dengan ibukota Constantinopel. Imperium Timur selalu berjalan sampai bangsa Turki yang beragama Islam merebutnya th. 1543 M. Imperium Barat alami keruntuhan th. 476 M sesudah ditumbangkan oleh beragam suku bangsa Jerman yang barbar seperti Gotha di Italia serta Yunani, Vandal di Spanyol serta Afrika Utara, Anglo serta Saxon di Inggris serta Franca di Prancis.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih