Tentang Katarak dan Operasi Penyembuhan

By | February 13, 2013

Tentang Katarak dan Operasi Penyembuhan – corelita.com –┬áSeiring dgn bertambahnya umur, banyak terjadi penurunan yg dialami tubuh. Salah satu gangguan yg dapat menimpa segenap masyarakat bersamaan bertambahnya umur yaitu berkurangnya penglihatan akibat katarak. Untuk solusinya, operasi katarak mesti dikerjakan, bila tdk katarak bisa mengakibatkan kebutaan. Bagaimana ciri-ciri bila menderita katarak? Bagaimana operasi katarak dikerjakan?

Penyebab Katarak

Katarak timbul disebabkan proses penuaan. Normal berlangsung di lansia sejak dari umur 60 thn. Namun, katarak pun bisa menimpa kepada individu usia remaja. Justru, di banyak kasus bisa menimpa bayi. Sejumlah factor yg bisa mempercepat terjadinya katarak dalam mata yaitu disebabkan sering terkena sinar ultraviolet, pemakaian obat-obatan yg berisi steroid dalam jangka waktu lama, penderita diabetes, peradangan maupun trauma di dalam mata.

Gejala Katarak

Beberapa gangguan penglihatan yang merupakan gejala katarak yaitu:

  1. Pandangan terlihat kabur & silau. Gangguan penglihatan tersebut terutama timbul di siang hari.
  2. Di bagian tengah mata (pupil) terlihat warna abu-abu maupun keputihan.
  3. Gejala tersebut kian lama bisa makin bertambah mengganggu.

Operasi Katarak

Untuk mengatasi masalah katarak, operasi perlu dikerjakan. Terutama apabila gejala tersebut sudah benar-benar mengganggu. Bila belum mengganggu, pada umumnya ditunggu hingga katarak menjadi matang. Di dalam operasi katarak, lensa dikeluarkan lalu ditanam dgn lensa IOL (Intraocular lens) yg dimasukkan di dalam kapsul lensa.

Sebelum menjalankan operasai katarak, sejumlah tahapan yg dikerjakan:

  1. Pasien bakal diperiksa lebih dulu bagaimana kondisi jantung, paru lalu dikerjakan pemeriksaan laboratorium buat memahami keadaan tubuh.
  2. Apabila rutin mengkonsumsi obat-obatan, selayaknya memberitahu dokter apakah obat-obatan itu aman dikonsumsi sebelum operasi. Obat-obatan pengencer darah tdk boleh dikonsumsi 1 minggu sebelum operasi dikerjakan.
  3. Buat penderita tekanan darah tinggi maupun diabetes, wajib dijaga biar tekanan darah serta gula pada kondisi standard.
  4. Mengukur lensa IOL (Intra Ocular Lens), merupakan lensa yg bakal ditanam sesudah proses operasi.

Muncul sejumlah panduan teknik operasi katarak, yakni:

  1. Memanfaatkan pisau bedah
    Cara tersebut telah jarang dimanfaatkan disebabkan luka yg dihasilkan agak besar.
  2. Memanfaatkan laser
    Lensa dikeluarkan dgn memakai laser. Luka cenderung lebih minim dibandingkan bila memakai pisau.
  3. Mesin Phaco
    Dengan teknologi tersebut, lensa mata tdk dikeluarkan lengkap, tetapi dihancurkan lebih dulu. Emulsification maupun penghancuran dikerjakan dgn memakai mesin phaco. Mesin berenergi ultrasound tersebut bisa menghasilkan 40.000 getaran / detik guna menghancurkan lensa. Sesudah lensa hancur, lalu lensa dikeluarkan kemudian dipasang intra ocular lens. Apabila memakai foldable lens, luka yg ditimbulkan benar-benar sedikit, yakni sekitar 3 mm disebabkan lensa tersebut bisa dilipat sehingga buat memasukkan ke mata tdk butuh sayatan yg besar.

Lensa implant tersebut terbuat dari bahan PMA. Lensa yg ditanam berlainan dgn lensa asli. Lensa IOL tdk bisa menyesuaikan jarak pandang jauh dekat, berlainan dgn lensa asli dimana sifatnya elastis. Sehingga sesudah operasi, pasien masih perlu memakai kacamata dekat buat membaca disebabkan lensa implant tersebut cuma dispesialkan buat melihat jarak jauh.

Pasien yg menjalani operasi katarak biasanya tdk wajib menginap di rumah sakit. Penglihatan pada umumnya dapat segera membaik segera sesudah operasi. Namun, perawatan pada mata sesudah operasi harus dikerjakan selama masa penyembuhan. Juga, harus konsultasi lagi agar memahami hasil operasi katarak tersebut.