Tentang Polis Athena

By | December 31, 2013

Tentang Polis Athena – Tidak sama dengan Sparta, Athena meningkatkan bentuk pemerintahan lain, yakni pemerintahan yang demokratis atau pemerintahan yang berikan hak yang semakin besar pada rakyat (penduduk sipil) untuk turut serta dalam mengontrol jalannya pemerintahan. Terbentuknya pemerintahan yang demokratis dilatarbelakangi oleh keadaan tidak baik hubungan pada beragam kelompok seperti perbudakan.

Pada era 7 SM banyak petani Athena sebagai budak serta tergantung pada belas kasihan kelompok yang memiliki tanah. Banyak petani yang terlilit hutang serta mesti dibayar dengan kerja paksa di ladang punya pemilik modal. Keadaan tidak baik ini disadari benar oleh Draco, seseorang aristokrat, yang menginginkan ada pergantian dalam hubungan sosial penduduk.

Th. 621 SM, Draco bikin undang-undang hukum yang sifatnya keras pada pelanggarnya. Undang-undang ini banyak digunakan oleh kelompok aristokrat untuk menghukum beberapa petani yg tidak dapat kembalikan hutang-hutangnya. Banyak korban yang diakibatkan oleh proses hukum itu, terlebih petani serta budak.

Salah seseorang yang bersimpati pada nasib petani yaitu Solon (638-559 SM). Dalam kritiknya berbentuk puisi yang dibacakan di agora kota Athena, dia mengritik kelompok aristokrat yang rakus serta serakah. Langkah dia mengkritik kelompok aristokrat melewati puisi tdk menyinggung perasaan kelompok ini. Beberapa petani juga benar-benar bersimpati dengan sikapnya. Pada th. 594 SM dia diangkat jadi raja kota Athena untuk mereformasi pemerintahan.

Aksi Solon yaitu membebaskan semua petani dari hutang-hutang pada kelompok aristokrat, membebaskan tahanan yang dihukum disebabkan terlilit hutang, serta melarang perbudakan lantaran hutang. Di bagian pemerintahan, dia berikan hak pada semua kelompok, terhitung yang miskin untuk turut serta dalam instansi perwakilan rakyat.

Aksi ini memperoleh tantangan kelompok aristokrat. Salah seseorang aristokrat bernama Pisistratus menggantikan kekuasaan dari Solon th. 546 SM serta membawa Athena kembali pada wujud pemerintahan tirani. Pada saat pemerintahannya, Athena alami kemakmuran. Tetapi, kemakmuran itu tak disukai oleh kelompok petani lantaran hak-hak mereka tak di perhatikan terlebih dalam hal pemerintahan. Salah seseorang dari kelompok aristokrat yang berpikiran maju bernama Cleistenes menggantikan kekuasaan th. 508 SM serta jadikan Athena betul-betul jadi polis yang demokratis.

Cleistenes bikin Athena jadi negara pertama didunia yang menggerakkan pemerintahan demokratis. Anggota parlemen diperbanyak hingga 500 orang yang mewakili beragam kelompok. Parlemen di beri peranan bikin undang-undang yang mengontrol kekuasaan raja. Warga negara di beri hak menentukan petinggi negara dan mencatat petinggi dipilih yg tidak menggerakkan tugasnya dengan baik. Dibentuk juga instansi yang dimaksud ostrasisme, sejenis pengumpulan suara untuk mencatat beberapa orang yg tidak disukai serta dikira membahayakan negara. Hak-hak kewarganegaraan cuma diberikan pada orang Athena, sementara cuma beberapa sisa budak saja yang didapatkan hak kewarganegaraan.

Pada saat pemerintahan Paricles (461— 429 SM), Athena betul-betul alami zaman keemasan. Di bagian politik pemerintahan, Athena jadi guru bangsa Yunani. Beberapa orang yang bukan hanya datang dari kelompok aristokrat di beri kesempatan untuk menempati jabatan pemerintahan. Di bagian seni, Athena alami perkembangan cepat, karya-karya seniman di bagian arsitektur serta seni patung benar-benar dikagumi di kelompok bangsa Yunani.

Cukup sekian informasi yang bisa di himpun oleh corelita.com pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda. Jika ada yang perlu tanyakan atau disampaikan, silahkan tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Terima kasih