Tips Dan Kiat Hemat Biaya Operasi Perawatan Mobil

By | September 11, 2012

Tips Dan Kiat Hemat Biaya Operasi Perawatan Mobilcorelita.com – Kenaikan nilai tukar dolar Amenka terhadap rupiah memorak-porandakan perhitungan rencana anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga. Banyak rencana yang dibatalkan, sampai anak yang kuliah di luar negeripun terpaksa dipanggil pulang. Kalangan masyarakat yang tidak mempunyai tabungan dan hanya mengandalkan pendapatan dan gaji yang selama ini masih pas-pasan sangatlah mendenta, karena kenaikan semua kebutuhan yang berbau import naik 3 sampai 4 kali lipat. Maka, dalam situasi di mana kenaikan biaya hidup terasa berat ini, muncul upaya untuk menyiasati bagaimana caranya agar kita tetap bisa bertahan dengan keuangan yang terbatas.

Salah satunya adalah merubah pola hidup. Kalau di waktu lalu sudah terbiasa menggunakan mobil sendiri, tentunya saat ¡ni kta perlu belajar menyesuaikan diri untuk naik bus umum. Kendati bensin sudah naik, tidak otomatis membuat semua orang ingin naik bus karena masih ada yang ingin cepat sampai di tempat tujuan atau tidak terbiasa menggunakan kendaraan umum.

Sangat berat untuk berpindah menggunakan bus umum. selain karena sering kali kita dikejar waktu, juga karena mereka yang menggunakan mobil dengan bahan bakar solar bisa benapas lebih lega dibandingkan mereka yang menggunakan mobil dengan bahan bakar bensin, karena Iebih irit.

Saat ini yang sangat terasa adalah bila kita ingin mengisi tangki bensin. Harga bensin yang naik membuat pengeluaran sangat terasa. Kalau biasanya mengisi 40 liter cukup membayar Rp46.000 sekarang hanya Rp58.000. Kalau dalam sebulan kita hanya 4 kali mengisi tangki secara full, maka pengeluaran kita dalam rencana anggaran adalah sebesar Rp232.000. Soal bensin memang langsung terasa tetapi jangan

lupa mobil bukan cuma butuh bensin, masih ada banyak lagi bagian dan mobil yang membutuhkan biaya, dan nyaris semuanya terpengaruh oleh situasi ini. Kalau tadinya mobil yang terkena serempetan cukup mengeluarkan biaya Rp500.000 dan mobil sudah mulus lagi, maka sekarang biayanya bisa 2 sampai 3 kali lipat. Karena harga cat yang tadinya Rp40.000/kg sekarang menjadi Rp250.000/kg, demikian puta harga ban yang tadinya RplOO.000 sekarang menjadi Rp375.000.

Berikut ini saran yang mungkin dapat digunakan untuk menghemat pengeluaran biaya operasional mobil.

  1. Cara Mengemudikan Mobil
    Cara mengemudikan mobfl ikut mempengaruhi tinggi rendahnya konsumsi bahan bakar pada mobil dan hal mi tentu senng Anda alami. Mengoper transmisi terus-menerus seperti menghadapi jalan macet atau perjalanan di dalam kota jelas lebih boros dibandlngkan kalau mobil dijalankan di luar kota. Sebagian pengemudi yang tidak sabar dan memainkan pedal gas akan membuat mobil juga lebih boros.
    Kendati cara dan di mana mobil dijalankan cuma bisa menghemat 5 sampai 10% tetapl secara keseluruhan mobil yang dijalankan dengan lembut membuat umur pemakaian dan semua bagian mobil leblh panjang dan leblh hemat bensin. Bila mengalami jalan macet atau di lampu merah yang lama lebih baik mesin dimatikan. Dalam suatu percobaan saya menggunakan Kijang EFI untuk perjalanan pulang pergi Semarang-Solo.
    Waktu berangkat menggunakan cara seperti umumnya sopir mobil angkutan umum yang mengejar setoran. RPM mesin selalu berada di atas 3.500, selalu mengerem dan memainkan kecepatan untuk melalul mobil dl depannya. Temyata setelah sampai dl Solo, setelah dihitung, 1 liter bensin hanya untuk 7,8 km. Percobaan berikutnya adalah perjalanan dan Solo ke Semarang. RPM mesin selalu dijaga di bawah 3.500, perjalanan santai dan sekali-sekali mendahului mobil sampai kecepatan loo km/jam. Setelah sampai di Semarang ternyata untuk 1 liter bensin, mobil yang sama bisa menempuh 11,8 km.
  2. Mesin
    Kondisi mesin merupakan unsur utama yang menentukan hemat atau borosnya mobil. Mobil yang sudah tua dan kurang terawat sehingga kompresi mesin menjadi lemah, jelas akan membuat mobil boros bensin dan hal itu ditandai dengan mesin kurang bertenaga terutama kalau mendaki. Namun, mobil-mobil yang relatif masih baru, kurang dan 5 tahunpun bisa juga boros bila kita tidak merawatnya dengan baik.
    Secara teori mobil menjadi paling irit kalau campuran bensin dan udara berbanding 1: 14, tetapi jika udara yang masuk sedikit, maka mobil akan menjadi lebih boros. Sedlkitnya udara yang masuk ke mesin biasanya disebabkan oleh saringan udara yang tertutup oleh debu. Oleh karena itu, kita harus rajin menyemprot saringan udara sekaligus menambah tekanan angin ban. Selain membuat mobil lebih boros, saringan udara yang dibiarkan kotor akan menyebabkan percepatan keausan pada komponen mesin lainnya di ruang kompresi. Itu berarti bahwa kita bisa mengeluarkan biaya lebih besar kalau suatu saat mobil harus turun mesin.
  3. Karburator
    Secara umum kita ketahui mesin sebagai komponen utama mobil yang menggunakan bahan bakar (bensin), dan karburator adalah alat yang digunakan untuk mencampur udara dan bensin. Untuk mencapai campuran yang ideal dibutuhkan karburator yang baik, atau dapat dikatakan bahwa hemat tidaknya mobil sangat ditentukan oleh karburator.
    Karena karburator harus mampu membuat pencampuran udara dan bensin 14 berbanding 1 atau paling tidak mendekati angka ideal tersebut. Didalam karburator ada spuyer (jet) yang bertu gas membatasi banyaknya bensin. Spuyer yang besar menyebabkan mobil lebih bertenaga tetapi boros, sedangkan spuyer yang kecil membuat mobil hemat tetapi kurang bertenaga, alias tidak bisa Ian kencang. Maka, biasanya kita tinggal memilih mau hemat atau mau bentenaga. Namun, spuyer yang terlalu kecil akan mengakibatkan mesin pincang saat mau menghidupkan penyejuk udara.
    Biasanya teknisi akan mencari spuyer yang paling cocok; hemat tetapi masih bisa menggunakan AC. Sebagai contoh, khususnya bagi yang menggunakan Kijang baru. Di dalam karburator ada 2 spuyer, aslinya berukuran 1,17 mm dan 1,72 mm. Bisa dicoba dengan mengganti 1,00 mm dengan 1,40 mm. Lumayan kita bisa menghemat 12 persen bensin. Namun, dengan cara ini mobil kurang bertenaga (nyendal) pada kecepatan di atas 90 kilometeran.
  4. Komponen
    Kenaikan bensin memang mengejutkan meski untuk sementara waktu, tetapi sebenamya ada banyak komponen mobil yang ikut naik sampai 3 kali. Bila kita tidak mulai sekarang memperhatikan komponen itu, maka bisa membuat kita pusing karena harganya mahal. Pada mobil yang digerakkan oleh roda depan (Front Wheel Drive), ada karet pelindung lager seperti kros joint dan as penggerak (drive shaft).
    Bila karet pelindung ini sobek, maka debu dengan leluasa akan masuk yang kemudian menyebabkan kerusakan pada drive shaft bearing. Kalau lager rusak,kita tidak hanya mengganti lager yang rusak tetapi harus sekaligus dengan asnya, dan itu berarti harganya sangat mahal, bisa lebih dan 2 jutarupia h. Sedangkan penyebabnya hanya karena karol pelindung debu yang harganya Rp 400.000 sobek dan terlambat diganti.
    Periksalah sekarang juga kalau mobil Anda sudah benjalan Iebih dan 50.000 km. Bila di sekitar roda depan baqian dalam tampak berserakan “gemuk”,maka dapat dipastikan karet tersebut sudah sobek. Namun, banyak komponen mobil yang bisa diperbaiki dan digunakan kembali.Karet wiper sekarang harganya pun sudah 3 kali lipat. Kalau mau menghemat, kita cukup membersihkan permukaannya yang bersinggungan dengan kaca dengan kertas pasir (amril), tetapi harus memperhatikan apakah tangkai wiper sudah menyentuh kaca mobil.
    Karena kalau tangkai wiper yang terbuat dan metal itu sampai menyentuh kaca, maka akan membuat cacat kaca dan nantinya kalau akan mengganti kaca biayanya tentu jauh lebih besar. Platina masih banyak digunakan pada mobil terutama pada mobil Kijang. Tidak perlu harus diganti baru asal bisa membersihkan dan merawatnya dengan baik. Demikian pula halnya dengan busi. Kalau penyetelan mesin baik, maka busi bisa digunakan sampai 50.000 km. Untuk mengetahui apakah busi sudah dalam kondisi mati atau tidak, dapat dilihat dan mesin yang terasa pincang.
    Dalam kondisi di mana semua barang serba mahal seperti sekarang ini, banyak orang yang berpaling ke komponen imitasi atau komponen bekas pakai yang sudah diperbarui. Sebenamya imitasi dan onsinal itu adalah istilah untuk membedakan komponen yang dipasang pada mobil baru. Jadi. sebenarnya imitasi yang bagus tidak kalah kualitasnya dan yang orosinal. Memang ada pabrik mobil yang sanggup membuat semua komponen mobil.
    Atau apa ada pabrik komponen yang cuma menyuplai pabrik tanpa melempar komponen tersebut ke pasar dengan label berbeda? Toko onderdil sangat paham akan hal itu dan selama ini mereka cukup jujur untuk mengatakan mana yang cukup balk. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda membeli filter oh, platina-kondensor, saringan udara, dan komponen lainnya yang bukan orisinal mengingat mahalnya komponen tersebut saat ini.
  5. Oil
    Bagi penduduk Jakarta, mengganti oh sering dilakukan karena tempat kerja umumnya jauh dan tempat tinggal. Bagi mereka yang selama ini sering mengganti oil setiap 2.500 km, harus dipikir ulang karena harga oil juga sudah naik. Memilih merek oil juga tidak perlu memilih merek macam-macam yang harganya mahal. Selama ini saya menggunakan Mesran Super, dan sejak tahun 1980 saya mengganti oil mesin setiap 5.000km,bahkan sering kali sampai 5.500 km.
    Percayalah bahwa kualitas oil saat ini menjamin mesin Iebih dan 5.000 km. Di negeri maju, oil bahkan diganti setiap 5.000 mil (8.000 km). Merek oil seperti BP merekomendasikan olinya yang ber-API Service SG atau SF sampai 10.000km. Tentunya secara teratur setiap 1.000 km kita perlu melakukan pemeriksaan terhadap permukaan oil. Bila kurang, cukup ditambah saja. Kaiau biaya servis bengkel mahal, maka kita bisa mengganti oil sendiri.
    Kalau oli mahal, kita bisa membeli oil di pom bensin. Hanya harus diingat bahwa kalau kita mau mengganti oil jangan bersamaan dengan membuka busi,khususnya pada mobil Kijang. Karena oil bisa masuk lewat lubang busi dan memenuhi ruang kompresi. Akibatnya ketika mesin dihidupkan, asap tebal akan keluar dan lubang knalpot. Kendati tidak berakibat buruk pada mesin, tetapi keadaan ini bisa merepotkan juga.
    Selain mengganti oil sendiri, Anda juga bisa memeriksa permukaan air aki. Tambahkan air aki sampal mencapai level full, ketahuiiah bahwa air aki yang habis akan mengakibatkan kemampuan aki merosot tajam, padahal harga aki saat ini pun sudah naik 3 sampai 4 kali lipat.
  6. Penyejuk Ruangan
    Kita tahu bahwa penyejuk udara sudah menjadi pertengkapan standar yang bisa memberikan kenyamanan tersendiri. Kenyamanan itu memang harus dibayar mahal karena membutuhkan 10% bensin lebih banyak. Sering kali kita melihat sebuah mobil sebesar Kijang hanya dimuati 1 atau 2 orang.
    Padahal AC mendinginkan mobil secara keseluruhan. Kalau kita sedikit berkreasì dengan membuat pembatas ruangan atau memenuhi ruang belakang dengan balon raksasa niscaya ruang cepat sejuk dan AC sewaktu-waktu bisa mati secara otomatis. Banyak cara pemasangan AC pada mobil jenis Kijang yang diikuti dengan menutup saluran udara dan luar, sehingga AC hidup terus.
    Padahal kalau sedang di jalan raya, udara dan saluran ini cukup kencang dan bisa mengurangi panasnya ruangan mobil. Seorang teknisi dengan mudah akan mengembalikan fungsi saluran udara tersebut. Berbeda dengan sedan, yang sudah didesain bisa menutup dan membuka saluran udara tersebut. Udara dalam mobil juga bisa dibuat lebih sejuk bila pergantian udara dalam mobil dipercepat. Untuk itu bisa dicoba dengan memasang kipas listrik pada kaca belakang mobil setelah dilubangi.
    Tentunya setelah mengganti kaca blasa yang lebih murah.Tentunya setelah mengganti kaca biasa yang lebih murah. Bila ingin ruangan menjadi lebih sejuk, maka ruangan yang tidak bermanfaat bisa diisi dengan tangki plastik atau jerigen. Dengan cara ini ruangan yang akan disejukkan lebih kecil sehingga pendinginan menjadi lebih efektif.
  7. Ban
    Kalau mau mengganti ban, Anda akan dikejutkan karena harga ban sudah naik hampir 4 kali lipat. Harga ban yang tadinya Rp 100.000,— sekarang sudah meroket menjadi Rp 375.000 per buah. Maka, merawat ban agar lebih awet merupakan keputusan yang bijaksana. Satu hal yang tampaknya sederhana adalah memenksa tekanan angin ban mobil Anda. Perhatikan bahwa di sisi ban yang dekat dengan velg ada tulisan maksimum tekanan angin ban.
    Tambahlah tekanan angin ban Anda sampai mencapai tekanan yang diizinkan. Akibatnya mobil memang tidak empuk tétapi usia pemakaian ban akan lebih panjang. Masih ada jalan lain untuk mengatasi masalah ban dengan mengganti ban yang rebuilt (vulkanisiran)yang harganya bisa kurang dan separonya.
  8. Hati-Hati
    Mengemudikan mobil saat ini harus lebih berhati-hati mengingat kalau mengalami musibah, ongkosnya sangat mahal. Harga cat saat ini naik lebih dan 5 kali lipat, demikian pula halnya dengan suku cadang yang pertu diganti. Tidak perlu menyerobot jalan jika ingin mendahului mobil lain dan berhentilah kalau lampu pengatur lalu lintas sudah berwarna kuning.
    Kalau ada yang memotong jalan Anda lebih baik mengalah apalagi dengan truk, karena kalau terjadi tabrakan, diributkan penggantiannya tidak seberapa.Dalam rangka penghematan biaya, yang juga tidak kalah penting adalah merencanakan penjalanan terlebih dahulu. Jadwalkan alamat mana yang perlu lebih dahulu didatangi dan cobalah seefisen mungkin. Jangan lupa berkonsultasilah dengan teknisi mobil Anda.