Tips Memilih dan Membeli Power Supply untuk komputer

By | September 10, 2012

Tips Memilih dan Membeli Power Supply untuk komputercorelita.com – Walaupun jarang diperhatikan orang, karena posisinya yang tertutup casing, power supply adalah bagian yang fungsinya sangat penting. Karena power supply-lah yang memberi daya listrik pada komponen-komponen PC. Power supply unit atau PSU adalah salah satu komponen yang akan mernpengaruhl performa keseluruhan dan daya tahan sistem Anda. Ia merupakan salah satu komponen yang paling banyak menyebabkan komputer menjadi tidak stabil atau rusak, jika power supply tidak bekerja dengan baik.

Bingung saat hendak upgrade dan membeli power supply baru untuk komputer Anda? Panduan berikut ini bisa Anda gunakan :

Tentukan daya (watt) yang diperlukan. Setelah Itu, beli power supply yang melebihi watt yang dibutuhkan, kecuali jika Anda tidak berencana untuk upgrade. Hal ini karena power supply juga bisa berkurang kualitasnya sehingga semakin lama umurnya, kualitasnya juga bisa menurun. Di masa depan, kemungklnan besar Anda juga akan perlu upgrade untuk mengatasi masalah tuntutan perangkat keras yang lebih canggih yang diminta oleh sistem operasi.

Cek konektor yang Anda perlukan. Power supply modem menggunakan konektor 24 pin. Adapun power supply yang lama hanya menyediakan konektor 20 pin. Biasanya motherboard modem akan meminta 24 pin. Adapun Pentium 4 dan Athlon 64 masih bisa diakomodasi dengan 20 pin. Power supply juga biasanya memiliki 4 pin atau 8 pin tambahan untuk konektor 12 V ke motherboard. Hanya power supply high end yang umumnya memiliki konektor 6 pin PCIe untuk kartu video.

Lihat rating efisiensi den power supply. Cari power supply yang punya rating efisiensi yang tinggi, artinya bisa bekerja dengan efisien di suhu tinggi. Umumnya 17% watt yang dimiliki oleh power supply akan menghilang saat power supply sedang panas. Jadi, biasanya power supply yang dijual dengan watt 500 Watt bisa saja sebenarnya 600 W jika bekerja tidak dalam suhu tinggi. Efisiensi ini akan terus menurun seiring dengan umur power supply yang makin tua.

Cari power supply yang cukup bisa diandalkan. Walaupun tidak pasti, biasanya power supply yang ukuran komponennya lebih besar akan lebih bisa diandalkan karena komponen yang Iebih besar tebih toleran terhadap naik turunnya kualitas listrik.

Cari power supply tipe modular yang mudah dilepas komponen-komponennya sehingga memudahkan Anda saat ada salah satu komponen yang rusak. Anda bisa memperbaikinya di tukang reparasi elektronik terdekat.

Lihat ampere dan tiap voltase yang dikeluarkan. Biasanya power supply memiliki stiker yang menjelaskan ampere yang dihasilkan tiap voltase tertentu. Jika voltase benar, tetapi ampere-nya rendah, dayanya juga rendah karena watt = ampere x voltase sehingga komputer tidak akan bisa dijalankan dengan optimal karena arusnya minimal.

Jika Anda bukan orang yang ahli, jangan sekali-kali membuka casing power supply. Power supply memiliki kapasitor yang bisa menyimpan daya listrik walaupun saat komputer dimatikan. Menangani power supply tanpa keahlian bisa menghasilkan luka-luka.

Cek garansi power supply. Produk elektronik selalu memiliki kemungkinan untuk rusak. Jangan sampai membeli produk yang bagus, tetapi garansinya memble. Begitu pula, jangan membeli produk yang memble walaupun garansinya bagus karena akan membuat pusing bolak-balik ke penjual.

Beli power supply yang bagus, jangan yang kacangan. Merek-merek generic dari cina biasanya kurang bisa diandalkan, walaupun cukup standart untuk kebanyakan PC desktop.

Beberapa pabrikan power supply memang nakal sehingga mencantumkan watt yang tidak sesuai dengan kenyat aslinnya. Karena itu, cek benar-benar saat Anda hendak membeli, terutama jika merek yang Anda beli kurang beken. Gunakan multimeter jika diperlukan.